Berita

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres/Net

Dunia

Kecam Pengakuan Putin Terhadap Kemerdekaan Donetsk, Guterres: Ini Pukulan Mematikan bagi Perjanjian Minsk

RABU, 23 FEBRUARI 2022 | 13:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PBB mengutuk langkah Rusia yang mengakui dua wilayah separatis Ukraina timur sebagai wilayah merdeka.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pernyataannya di situs resmi PBB menegaskan bahwa apa yang dilakukan Moskow telah melanggar kedaulatan Kiev.

Kritik keras Guterres muncul menyusul laporan bahwa pasukan Rusia telah bergerak ke Ukraina sebagai 'Pasukan Perdamaian' yang disebut-sebut Barat itu hanyalah 'akal-akalan' Rusia untuk mulai menginvasi Ukraina.


Guterres menyebut krisis yang terjadi saat ini sebagai ujian bagi organisasi global. Ia terpaksa mempercepat kepulangannya dari jadwal kunjungan ke Afrika karena krisis yang terjadi saat ini.

Keputusannya untuk kembali ke New York datang tak lama setelah Rusia mengumumkan bahwa Presiden Vladimir Putin akan mengakui wilayah pemberontak Ukraina sebagai wilayah merdeka.

Akibatnya, Guterres membatalkan perjalanan yang direncanakan untuk hari Senin ke Republik Demokratik Kongo.

"Seperti yang Anda ketahui, saya telah mempersingkat kunjungan ke luar negeri, termasuk pertemuan puncak para pemimpin Afrika yang sangat penting, untuk bergegas kembali ke markas besar PBB. Dunia kita sedang menghadapi krisis perdamaian dan keamanan global terbesar dalam beberapa tahun terakhir, sepanjang masa jabatan saya sebagai Sekretaris Jenderal," katanya dalam pernyataannya pada Selasa (22/2).

Ia mengungkapkan ketegangan di Ukraina sama sekali tidak pernah ia harapkan dan ia merasa sangat terganggu dengan perkembangan terakhir mengenai Ukraina.

"Saya terutama prihatin atas keselamatan dan kesejahteraan semua orang yang telah menderita begitu banyak kematian, kehancuran, dan pengungsian," katanya. '

"Ini juga merupakan pukulan mematikan bagi Perjanjian Minsk yang disahkan oleh Dewan Keamanan," tambahnya.

Ia kemudian memuji pencapaian operasi Penjaga Perdamaian PBB di mana begitu banyak Helm Biru telah mengorbankan hidup mereka untuk melindungi warga sipil di dareh konflik.

"Ketika pasukan dari satu negara memasuki wilayah negara lain tanpa persetujuannya, mereka bukanlah penjaga perdamaian yang tidak memihak. Mereka sama sekali bukan penjaga perdamaian," katanya, merujuk pada pasukan Rusia yang saat ini telah bergerak ke Ukraina dan menyebut diri mereka Penjaga Perdamaian.

Ia pun menyatakan solidaritasnya dan mendukung rakyat Ukraina melalui operasi kemanusiaan dan upaya hak asasi manusia. Ia juga menyerukan gencatan senjata segera dan penegakan kembali supremasi hukum.

"Seperti yang saya katakan, ini adalah waktu yang tepat untuk de-eskalasi. Ini adalah waktu yang tepat untuk kembali ke dialog dan negosiasi. Saya pikir krisis saat ini pada akhirnya akan sangat merugikan Ukraina dan Federasi Rusia," tutupnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya