Berita

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell/Net

Dunia

UE Janjikan Bantuan Keamanan dan Mencegah Kemungkinan Pecahnya Bosnia

SELASA, 22 FEBRUARI 2022 | 14:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Retorika nasionalis dan separatis meningkat di Bosnia dan Herzegovina. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan bahwa hal itu akan membahayakan stabilitas dan bahkan integritas negara tersebut.

Borrell kemudian menyerukan agar para menteri harus mengambil keputusan tentang bagaimana menghentikan dinamika tersebut di Bosnia dan Herzegovina untuk menghindari negara itu hancur berantakan.

Pernyataan Borrell muncul di tengah pertemuan para menteri luar negeri di Brussels pada Senin (21/2).


Para menteri membahas cara-cara meredakan ketegangan di Bosnia dalam upaya mencegah kemungkinan pecahnya negara Balkan yang mengalami krisis politik paling signifikan sejak akhir perang 1992-1995.

“Tidak ada tempat di Eropa untuk Bosnia dan Herzegovina yang terpecah. Dan mereka yang terlibat dengan ini, sangat salah," kata Borrell, seperti dikutip dari ABC News.

Ia juga bersumpah bahwa Uni Eropa siap untuk membatasi bantuan keuangan dan kemungkinan menjatuhkan sanksi bila ada pihak yang mencoba menjadi pengacau.

Pertemuan tersebut juga menyinggung Kesepakatan Damai Dayton yang berusia 26 tahun yang terus dipertanyakan oleh para pemimpin negara etnonasional.

Kesepakatan Damai yang dirancang AS itu ditujukan untuk mengakhiri perang pada 1995. Isinya antara lain menciptakan dua unit administratif utama di Bosnia, yaitu entitas Republika Srpska atau RS -yang didominasi Serbia- dan Federasi BiH yang mayoritas Bosniak-Kroasia.

Kedua entitas berbagi institusi di seluruh negara bagian -seperti sistem pengumpulan pajak, peradilan dan bahkan angkatan bersenjata- dan semua tindakan di tingkat nasional memerlukan konsensus dari ketiga kelompok etnis.

Perjanjian damai juga menciptakan salah satu sistem politik yang paling rumit di dunia, dengan labirin yurisdiksi yang memusingkan yang memungkinkan tiga kelompok etnis utama negara itu mendominasi politik dalam negeri dan melakukan kontrol atas proses pengambilan keputusan utama.

Bulan lalu, AS meluncurkan sanksi baru terhadap pemimpin Serbia Bosnia Milorad Dodik, yang telah bertahun-tahun menganjurkan bahwa Republika Srpska harus berpisah dan bersatu dengan negara tetangga Serbia.

The Sky dalam laporannya mengungkapkan bahwa AS menuduh Dodik melakukan “kegiatan korupsi” yang mengancam akan mengacaukan kawasan dan merusak Perjanjian Damai Dayton.

Sebagian besar negara Uni Eropa juga ingin menjatuhkan sanksi kepada Dodik, tetapi Hongaria, Kroasia, dan Slovenia sangat menentang dan kemungkinan akan menggagalkan segala upaya untuk memberlakukan tindakan pembatasan.

Rusia juga secara khusus menjanjikan dukungan untuk Dodik dan rekan-rekannya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya