Berita

Presiden Volodymyr Zelensky/Net

Dunia

Reaksi Zelensky atas Pernyataan Putin: Negara yang Mendukung Perang Tidak akan Pernah Bisa Mengusung Perdamaian

SELASA, 22 FEBRUARI 2022 | 13:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan Rusia untuk mengakui wilayah Donetsk dan Luhansk sebagai negara merdeka adalah pelanggaran kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina.

Presiden Volodymyr Zelensky mengecam langkah Rusia, mengatakan bahwa remlin semakin melegalkan pasukannya menjajah wilayah Donbas sejak 2014.

"Semua tanggung jawab atas konsekuensi dari keputusan itu terletak pada kepemimpinan politik Rusia," kata Zelensky, setelah ia melakukan pertemuan darurat dengan Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional, seperti rilis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (22/2).


Langkah Putin juga dapat merusak upaya damai dan menghancurkan format negosiasi yang ada. Jelas dalam hal ini pihak Rusia-lah yang melanggar Perjanjian Minsk, bukan sebaliknya seperti yang dituduhkan.

Perjanjian Minsk adalah upaya untuk mengamankan gencatan senjata antara pasukan Pemerintah Ukraina dan separatis yang didukung Rusia di timur Ukraina. Perjanjian yang juga dikenal sebagai Kesepakatan Minsk itu dinamai sesuai nama ibu kota Belarus, Minsk, tempat ditandatangani perjanjian pada 2014 dan 2015.

"Sebuah negara yang telah mendukung perang selama delapan tahun, jelas  tidak dapat mendukung perdamaian seperti yang selama ini diklaimnya," tegas Zelensky.

Zelenskyy mengatakan bahwa dia telah membahas situasi mengenai pengakuan kedaulatan kelompok separatis dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Olaf Scholz, Presiden AS Joseph Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel.

Percakapan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip ErdoÄŸan juga telah masuk dalam agendanya.

Dia mencatat bahwa hari ini Kementerian Luar Negeri Ukraina telah mengirim permintaan ke negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB berdasarkan Memorandum Budapest dengan permintaan untuk mengadakan konsultasi segera. Pertemuan Dewan Keamanan PBB dan pertemuan khusus OSCE juga telah dimulai.

"Kami mendesak kerja penuh OSCE SMM untuk mencegah provokasi dan eskalasi lebih lanjut," katanya.

Menambahkan bahwa Ukraina mengharapkan langkah-langkah dukungan yang jelas dan efektif dari para mitra.

"Sangat penting untuk melihat sekarang siapa teman dan mitra sejati kami, dan siapa yang akan terus mengintimidasi Federasi Rusia dengan kata-kata," tegas Zelensky.

Ukraina berkomitmen untuk penyelesaian politik-diplomatik dan tidak menyerah pada provokasi.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya