Berita

Penasihat khusus dari Malaysia Ahmad Azam Ab Rahman (kiri) bertemu dengan penjabat Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi/Twitter

Dunia

Ditegaskan, Malaysia Tidak Buka Kantor Pemerintah di Afghanistan

SENIN, 21 FEBRUARI 2022 | 22:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Malaysia tidak membuka kantor pemerintah di Afghanistan. Begitu penegasan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Malaysia pada awal pekan ini.

Klarifikasi ini muncul setelah foto pertemuan antara penjabat Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi dan penasehat khusus Afghanistan untuk Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah, yakni Ahmad Azam Ab Rahman, diunggah di Twitter pada Minggu (20/2).

Foto-foto itu diunggah di akun juru bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan Abdul Qahar Balkhi. Bersamaan dengan foto itu, ditulis juga keterangan bahwa Ahmad Azam telah membahas soal meningkatkan bantuan kemanusiaan, transparansi, keuangan Islam, dan meningkatkan hubungan dengan Muttaqi.


"Pak. Dato HJ Ahmad Azam Ab Rahman mengatakan sebuah penerbangan yang membawa asisten rakyat Malaysia akan tiba di Kabul pada 23 Februari 2022, dan mereka akan membuka kantor di Kabul untuk kohesi bantuan dan kerjasama ekonomi,” tulis Balkhi di Twitter.

Namun menanggapi hal itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Malaysia mengkonfirmasi bahwa Ahmad Azam berada di Kabul dan mengklarifikasi bahwa kantor tersebut bukan kantor pemerintah.

"Kantor baru yang disebutkan dalam tweet itu sebenarnya mengacu pada pembukaan kantor baru oleh Global Peace Mission (GPM), bukan kantor pemerintah Malaysia," kata juru bicara itu, seperti dimuat Channel News Asia.

Ahmad Azam sendiri adalah ketua GPM. Menurut situs webnya, GPM adalah yayasan perwalian yang didirikan sebagai gerakan yang memprotes deklarasi perang oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Afghanistan setelah peristiwa 11 September 2001.

Disebutkan bahwa setelah Afghanistan diserbu pada awal Oktober 2001, yayasan tersebut telah mengerahkan bantuan kemanusiaan dan medis untuk membantu para korban perang.

Kementerian Luar Negeri Malaysia juga mengkonfirmasi bahwa penerbangan bantuan kemanusiaan tersebut akan berangkat dari Bandara Subang pada hari Selasa (22/2).

Menurut cuitan juru bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan, Muttaqi meminta Malaysia untuk menemukan pasar untuk herbal medis Afghanistan dan buah kering melalui koridor udara untuk membantu Afghanistan mengembangkan ekonominya.

Di sisi lain, Malaysia belum mengakui pemerintahan Taliban di Afghanistan. Kelompok itu merebut kembali Afghanistan pada Agustus 2021 setelah penarikan militer AS dan Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO) menyusul kesepakatan 2020.

Pada bulan Januari tahun ini, pemerintah Malaysia mengatakan sedang menunggu untuk melihat sikap yang diambil terhadap pemerintah Taliban di Afghanistan oleh badan-badan internasional seperti Organisasi Kerjasama Islam (OKI), sebelum memutuskan sikapnya sendiri.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin, dikutip oleh kantor berita nasional Bernama mengatakan bahwa Malaysia belum memutuskan untuk mengakui pemerintah Taliban, dan mengambil pendekatan yang hati-hati.

"Untuk saat ini tidak ada indikasi untuk mengakui pemerintah Taliban dan kami tidak ingin mengambil keputusan tergesa-gesa," tegasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya