Berita

Novel Baswedan/Net

Politik

Tidak Etis Nyinyir ke KPK, Novel Baswedan Disarankan Keluar dari ASN Polri

JUMAT, 18 FEBRUARI 2022 | 13:51 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kritikan atau nyinyiran Novel Baswedan kepada lembaga lain yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap tidak etis.

Hal itu disampaikan oleh pengamat komunikasi, Emrus Sihombing menanggapi masih terjadi tindakan bermuatan nyinyir dari Novel kepada KPK meskipun telah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Polri.

"Kalau memang Novel Baswedan memberi kritik ke KPK, seharusnya jangan diterima dong ASN itu. Mereka bikin LSM lagi dong. Jadi pengamat lah, jadi teman saya gitu loh. Ambil posisi jadi pengamat. Jadi jangan masuk ASN," ujar Emrus kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (18/2).


Karena menurut Emrus, sangat tidak etis seorang ASN lembaga pemerintah atau lembaga negara memberikan tanggapan, penilaian, bahkan pujian kepada sesama lembaga lainnya.

Menurut Emrus, sebaiknya para ASNY fokus bekerja dan berkarya dimana lembaga mereka bernaung.

"Kalau memberikan suatu kritikan, masukan, atau mungkin memuji, atau pun mungkin nyinyir, sudah keluar saja dari situ. Suruh keluar aja," tegas Emrus.

Namun kata Emrus, jika sudah mengambil posisi sebagai ASN, seharusnya fokus di tempatnya mengabdi.

"Jadi fokus bekerja, sudah diberi kesempatan berkarir di ASN di Kepolisian, fokuslah. Jadi kalau ada energinya sisa-sisa energinya, gunakan sisa energinya itu untuk bekerja," kata Emrus.

Karena menurut Emrus, nyinyiran yang disampaikan oleh Novel dkk yang sudah menjadi ASN Polri dipastikan sudah diamati oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Untuk itu saya pikir, justru yang paling penting sekarang adalah, bukan apakah ditegur atau tidak ditegor oleh Kapolri, justru yang paling penting adalah Novel Baswedan bekerja fokus dan introspeksi diri," pungkas Emrus.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

UPDATE

Program Kurban Presiden dari APBN Punya Dampak Sosial dan Ekonomi

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:20

Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait dengan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:11

Belum Hari Kemerdekaan, Rupiah Sudah di Atas Rp17.845 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:10

Bantuan Kurban Presiden dari APBN Lebih Tepat Disebut Program Sosial

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:06

Guru Berhak Dapat Kehidupan Layak Sesuai Pasal 27 UUD 1945

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:02

Iduladha di KBRI Madrid Jadi Obat Rindu Diaspora pada Masakan Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:57

Pimpin Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal, Nasaruddin Umar: InsyaAllah Aman dan Sesuai Syariat

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:48

Harga Emas Antam Ambruk Rp31.000, Turun ke Rp2,75 Juta per Gram

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:40

Tak Boleh Asal Sembelih, Ini Standar Kurban Ketat di Istiqlal

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:26

Pemerintah Kejar Net Zero Emission Lewat Proyek Panas Bumi

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:23

Selengkapnya