Berita

Perusahaan kereta api di Arab Saudi membuka lowongan pekerjaan untuk masinis wanita/BBC

Dunia

28 Ribu Wanita Melamar untuk Jadi Masinis di Arab Saudi

KAMIS, 17 FEBRUARI 2022 | 21:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Wanita semakin diberikan "porsi" untuk mengambil peranan publik yang esensial di Arab Saudi.

Sebuah perusahaan kereta api di negara itu, Renfe, mengatakan kepada publik bahwa baru-baru ini mereka menerima sekitar 28 ribu aplikasi dari wanita yang melamar untuk menjadi masinis kereta api.

Pihak perusahaan sendiri hanya membuka lowongan untuk 30 orang pengemudi kereta wanita. Mereka nantinya akan mengendarai kereta berkecepatan tinggi antara kota suci Mekah dan Madinah setelah satu tahun pelatihan.

Dikabarkan BBC pada KAmis (17/2), membludaknya lamaran untuk menjadi pengemudi kereta api itu terjadi setelah untuk pertama kalinya lowongan semacam itu diiklankan untuk wanita di Arab Saudi.

Selama beberapa dekade, Arab Saudi dikenal sebagai negara yang memiliki salah satu tingkat partisipasi tenaga kerja wanita terendah di dunia.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, pemerintahnya telah melakukan upaya untuk meningkatkan jumlah wanita yang bekerja sebagai bagian dari rencana Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mendiversifikasi ekonomi yang bergantung pada minyak.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, pemerintahnya telah melakukan upaya untuk meningkatkan jumlah wanita yang bekerja sebagai bagian dari rencana Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mendiversifikasi ekonomi yang bergantung pada minyak.

Langkah tersebut juga mendorong sejumlah reformasi sosial, termasuk mengakhiri larangan mengemudi bagi wanita dan melonggarkan undang-undang perwalian laki-laki untuk memungkinkan wanita bepergian dengan bebas.

Sebagai akibat dari perubahan tersebut, partisipasi wanita dalam angkatan kerja meningkat hampir dua kali lipat selama lima tahun terakhir menjadi 33 persen. Selain itu, lebih banyak perempuan daripada laki-laki yang memasuki angkatan kerja pada paruh pertama tahun lalu.

Namun menurut sebuah penelitian yang diterbitkan tahun lalu oleh lembaga think tank Brookings Institute yang berbasis di Amerika Serikat, laki-laki masih memegang mayoritas pekerjaan, terutama di sektor publik.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya