Berita

Dari kiri: calon presiden Yoon Suk Yeol, Ahn Cheol Soo, dan Lee Jae Myung/Yonhap

Dunia

Kampanye Presiden Korea Selatan Dimulai, Ini Kandidat Utama yang Bersaing Ketat

SELASA, 15 FEBRUARI 2022 | 14:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih jauh dari kata usai, Korea Selatan resmi memulai masa kampanye pemilu presiden pada Selasa (15/2). Selama 22 hari ke depan, para calon presiden diperkenankan untuk mengkampanyekan pencalonannya serta program yang mereka usung.

Sementara itu, pemungutan suara sendiri akan dilakukan pada tanggal 9 Maret mendatang. Ini adalah pemilu pertama di mana batas usia pemilih diturunkan dari semula 19 tahun menjadi 18 tahun. Aturan mengenai perubahan batas minimum usia pemilih tersebut sudah disahkan sejak 2020 lalu.

Pemilu ini mengundang spotlight tersendiri dari banyak negara asing, lantaran perbedaan kebijakan luar negeri yang substansial antara kubu liberal yang berkuasa dan partai oposisi konservatif.

Komisi Pemilihan Umum Korea Selatan mencatat, terdapat 14 kandidat yang maju dalam pemilu kali ini.

Di antara mereka, terdapat dua kandidat utama yang bersaing ketat, jika merujuk pada jajak pendaat yang sudah dilakukan sebelumnya. Mereka adalah Lee Jae-myung dari Partai Demokrat liberal Korea (DPK) yang merupakan partai pengusada dan Yoon Suk-yeol dari Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang konservatif dan merupakan partai oposisi utama di negara itu.

Siapa Lee Jae Myung?

Siapa Lee Jae Myung?

Lee adalah seorang pengacara hak asasi manusia berusia 57 tahun yang juga merupakan mantan gubernur provinsi Gyeonggi, provinsi terbesar di negara itu.

Namanya sudah dikenal banyak kalangan di Korea Selatan bahkan sebelum maju dalam pemilu kali ini. Pasalnya, dia adalah kisah "langka" dari seorang anak yang megalami kemiskinan di masa kecilnya dan pernah bekerja di pabrik, hingga berhasil sukses, kaya dan populer seperti saat ini.

Dengan latar belakangnya itu, dia mendukung proyek-proyek kesejahteraan sosial, termasuk hibah gratis senilai sekitar satu juta won per tahun untuk setiap anak muda.

Lee sendiri telah meluncurkan kampanye periode resminya pada tengah malam (Selasa, 15/2) dengan kunjungan ke menara kontrol lalu lintas kapal di kota pelabuhan tenggara Busan.

"Busan pernah menjadi kota pengungsi tetapi tumbuh menjadi kota internasional yang menjangkau dunia melalui darat dan laut, dan akan menjadi pusat wilayah metropolitan selatan di masa depan," kata Lee kepada wartawan, menjelaskan mengapa ia memilih Busan sebagai kota pertama untuk kampanyenya.

"Saya ingin mengirim pesan untuk sepenuhnya menghidupkan kembali ekonomi Republik Korea dan mendesak semua orang untuk melangkah lebih jauh melalui darat dan laut dalam perjalanan kami untuk menjadi negara yang memimpin dunia," sambungnya, seperti dimuat Yonhap.

Lalu siapa itu Yoon Suk Yeol?

Saingan berat Lee, yakni Yoon Suk Yeon, telah menghabiskan 27 tahun sebagai jaksa negara. Dia memainkan peran kunci dalam menjebloskan mantan presiden konservatif Lee Myung-bak dan Park Geun-hye ke penjara.

Dikabarkan South China Morning Post, meskipun ditunjuk sebagai jaksa agung yang berkuasa pada tahun 2019 oleh presiden liberal Moon Jae-in, Yoon yang berusia 61 tahun tidak disukai Moon ketika Yoon memerintahkan penyelidikan terhadap Cho Kuk, calon penerus Moon yang mempelopori upaya untuk memotong sayap jaksa negara yang kuat di negara itu.

Setelah menghukum dua mantan presiden dan melawan presiden yang menjabat, Yoon memproyeksikan cirta diri sebagai tokoh yang berpegang teguh pada keadilan.

Dia memulai kampanyenya dengan memberikan penghormatan di Pemakaman Nasional Seoul. Kunjungan semacam ini biasa dilakukan bagi politisi Korea Selatan di awal perjalanan baru.

"Saya akan mengubah Republik Korea, yang telah dipertahankan oleh dedikasi para martir patriotik kami, menjadi negara yang bangga bersama dengan orang-orang hebat kami," kata Yoon kepada wartawan sebelum memulai kampanye yang akan membawanya dari pusat kota Seoul ke Daejeon, Daegu dan Busan sepanjang hari ini (Selasa, 15/2).

Adakah nama lain yang dianggap sebagai sebagai pesaing potensial?

Salah satu kartu "liar" potensial dalam pemilu kali ini adalah Ahn Cheol-soo dari Partai Rakyat yang berhaluan tengah. Dia merupakan seorang dokter medis dan ahli IT yang menjadi politisi berkat dukungan dari sejumlah pemilih yang kecewa dengan dua partai utama negara dan kandidat mereka.

Pada hari pertama kampanye, dia bertemu dengan para pemilih di kubu konservatif Daegu dan berencana untuk mengunjungi tempat kelahiran mantan Presiden Park Chung-hee di kemudian hari.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya