Berita

Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, meninjau langsung harga minyak goreng di pasaran yang masih tinggi/RMOLJabar

Politik

Sidak ke Cirebon dan Indramayu, Legislator Demokrat Temukan Minyak Goreng Dijual di Atas HET

MINGGU, 13 FEBRUARI 2022 | 04:38 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kebijakan pemerintah untuk menekan harga minyak goreng belum memberi dampak signifikan. Faktanya, masih banyak pedagang yang menjual minyak goreng di atas harga eceran tertinggi (HET).

Hal ini terungkap saat anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Indramayu

Herman mengaku masih menemukan minyak goreng di sejumlah pasar tradisional yang dijual dengan harga di atas yang telah ditetapkan oleh pemerintah.


Menurutnya, pemerintah telah menetapkan HET untuk minyak goreng curah seharga Rp 11.500/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000/liter.

"Tapi yang tersedia saat ini adalah minyak goreng curah dengan harga di atas harga yang telah ditetapkan Peraturan Menteri Perdagangan No 06 tahun 2022," kata Kang Hero, sapaan akrabnya, usai melakukan sidak ke pasar Harjamukti, Kota Cirebon, Sabtu (12/2).

Ia menilai bahwa Peraturan Menteri Perdagangan No 6 tahun 2022 tentang penetapan HET minyak goreng belum efektif untuk bisa mengatur harga minyak goreng di pasaran.

"Contohnya, di pasar Harjamukti ini, minyak goreng curah dijual dengan harga sekitar Rp 17.000/liter," ungkapnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Legislator Partai Demokrat itu pun berharap agar pemerintah dapat segera menggelar operasi pasar secara masif.

"Karena selain harga minyak goreng mahal, sekarang kondisinya juga langka. Oleh karena itu, saya kira ini harus jadi perhatian serius," demikian Herman Khaeron.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya