Berita

Vladyslav Heraskevych memasang tanda kecil berwarna biru dan kuning dari bendera Ukraina pada 11 Februari/Net

Dunia

Di Olimpiade Beijing 2022, Atlet Skeleton Pasang Poster "Tidak Ada Perang di Ukraina"

SABTU, 12 FEBRUARI 2022 | 09:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seruan perdamaian atas krisis di perbatasan Ukraina dilakukan seorang atlet asal negara itu saat ia baru saja menyelesaikan pertandingannya di  Olimpiade Beijing 2022, Jumat (11/2)

Atlet skeleton Vladyslav Heraskevych, 23 tahun, memampangkan sebuah poster kecil berwarna biru kuning, sesuai dengan warna bendera negaranya. Poster itu bertuliskan "Tidak Ada Perang di Ukraina" yang dia tunjukkan ke kamera televisi, setelah menyelesaikan putaran ketiganya.

"Itu posisi saya. Seperti orang normal lainnya, saya tidak ingin perang. Saya ingin perdamaian di negara saya, dan saya ingin perdamaian di dunia. Saya berjuang untuk itu, saya berjuang untuk perdamaian, " katanya kepada wartawan, seperti dikutip dari Radio Liberty, Sabtu (12/2).


Ia bercerita bahwa saat ini, di tanah airnya, situasi menjadi tegang. "Di mana-mana tersiar kabar soal invasi Rusia dan juga kabar tentang persediaan senjata. Juga ada beberapa tentara berjaga. Itu sungguh tidak bagus. Jadi sebelum semuanya dimulai, saya ingin menunjukkan posisi saya kepada dunia," katanya.

Heraskevych, yang gagal meraih medali, mengatakan bahwa semula ia tidak terlalu khawatir. Namun, situasi menjadi berbeda dengan banyaknya pemberitaan.

Ada kemungkinan bahwa Komite Olimpiade Internasional dapat menganggap tindakan Heraskevych sebagai pelanggaran Peraturan 50 Piagam Olimpiade. Aturan itu, sebagian, menyatakan bahwa "tidak ada jenis demonstrasi atau propaganda politik, agama, atau rasial yang diizinkan di situs, venue, atau area Olimpiade mana pun".

Tapi itu juga bisa masuk ke wilayah abu-abu karena tanda itu tidak secara eksplisit tidak menghormati lawan atau mengkritik target politik apa pun.

Heraskevych berharap penyelenggara Olimpiade akan mendukungnya, karena dia yakin Olimpiade juga berjuang untuk perdamaian, untuk negara-negara bersatu bukan untuk perang.

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

Jumat, 23 Januari 2026 | 20:09

Relawan Bara JP Hapus Nama Jokowi

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:52

Pengelola Apartemen Jakarta Utara Bantu Polisi Putus Rantai Peredaran Narkoba

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:24

Produk Warga Binaan Didorong Masuk Kopdes Merah Putih

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:01

Wamenkomdigi Tegaskan Jaringan di Sumbar dan Sumut Hampir Pulih 100 Persen

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:52

Sinergi untuk Akselerasi, Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:45

Raja Maroko Puji Soliditas Nasional di Piala Afrika 2025

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:27

Iran Batasi Akses Internet demi Putus Komando Teroris Asing ke Perusuh

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:05

Kasus Kuota Haji: Dito Ariotedjo Ungkap hanya Ditanya Satu Pertanyaan Soal Fuad Hasan

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:59

Kongres XXII: Sujahri-Amir Tidak Sah Pimpin GMNI

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:43

Selengkapnya