Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ngaku Pernah Delapan Kali Disuntik Vaksin Covid, Politisi Senior Rusia Dirawat Karena Pneumonia

KAMIS, 10 FEBRUARI 2022 | 08:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kesehatan pemimpin partai ultra-nasionalis LDPR Rusia, Vladimir Zhirinovsky, yang sebelumnya mengaku bahwa ia telah menerima delapan kali suntikan virus corona,  menurun dan telah dilarikan ke rumah sakit di Moskow karena pneumonia.

Mengutip sebuah sumber, media TASS memberitakan pada Rabu (9/2), bahwa politisi berusia 75 tahun itu telah dibawa ke Rumah Sakit Klinik Pusat yang dijaga ketat yang juga dikenal sebagai Klinik Kremlin.

Menurut sumber, Zhirinovsky dalam kondisi serius, dan beberapa mengatakan dokter telah mendiagnosisnya dengan cairan di paru-paru. Sejumlah komentator online berspekulasi dia telah tertular Covid-19.


Sore harinya, surat kabar RBK melaporkan bahwa dia telah dipasangi ventilator.

"Dia dalam kondisi yang sangat serius, kritis. Tidak ada yang bisa memberikan jaminan (tentang pemulihan)," kata seorang responden anonim yang dekat dengan partai sang politisi.

Sementara saluran Telegram Mash mengklaim pemimpin LDPR dirawat di rumah sakit dengan pneumonia bilateral, yang berkembang sebagai akibat dari Covid-19.

“50 hingga 75 persen paru-parunya terpengaruh," katanya.

Namun, pusat media partai kemudian melaporkan bahwa politisi itu saat ini dalam keadaan baik-baik saja, tetapi tidak mengesampingkan klaim bahwa dia berada di rumah sakit.

Pada bulan Desember, politisi itu mendokumentasikan dirinya mendapatkan suntikan Covid-19 ketujuh di saluran Telegram-nya.

“Dapatkan vaksinasi, teman-teman,” desaknya.

“Saya sudah mendapatkan vaksin Sputnik V, dan, kali ini, CoviVac dari Chumakov Center secara total, ini adalah suntikan ketujuh saya sejak September 2020. Dan saya belum pernah sakit karena virus corona, saya merasa baik," katanya.

Sejak saat itu dia mengaku telah mendapat suntikan kedelapan.

Ada saran yang menyebutkan bahwa dosis bisa diberikan sesring mungkin setidaknya setiap tiga bulan.

Zhirinovsky, yang telah memimpin LDPR sejak 1992, secara konsisten terpilih sebagai politisi non-pemerintah paling populer di Rusia.

Rusia telah menghadapi lonjakan jumlah kasus dan kematian Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir dan melaporkan rekor tertinggi harian 183.103 infeksi pada hari Rabu.

Negara ini telah mencatat lebih dari 337.300 kematian sejak awal pandemi. Namun, total jumlah kematian berlebih mencapai 995.000.

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

Jumat, 23 Januari 2026 | 20:09

Relawan Bara JP Hapus Nama Jokowi

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:52

Pengelola Apartemen Jakarta Utara Bantu Polisi Putus Rantai Peredaran Narkoba

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:24

Produk Warga Binaan Didorong Masuk Kopdes Merah Putih

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:01

Wamenkomdigi Tegaskan Jaringan di Sumbar dan Sumut Hampir Pulih 100 Persen

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:52

Sinergi untuk Akselerasi, Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:45

Raja Maroko Puji Soliditas Nasional di Piala Afrika 2025

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:27

Iran Batasi Akses Internet demi Putus Komando Teroris Asing ke Perusuh

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:05

Kasus Kuota Haji: Dito Ariotedjo Ungkap hanya Ditanya Satu Pertanyaan Soal Fuad Hasan

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:59

Kongres XXII: Sujahri-Amir Tidak Sah Pimpin GMNI

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:43

Selengkapnya