Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Hadapi Kemungkinan Invasi Rusia, Inggris Bakal Kirim Rudal Anti Kapal ke Ukraina

RABU, 09 FEBRUARI 2022 | 07:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bantuan militer asing ke Ukraina terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir, di tengah kekhawatiran serangan Rusia. Salah satu negara utama pemasok senjata itu adalah Inggris.

Utusan Ukraina untuk Inggris, Vadim Pristayko, dalam sebuah wawancara dengan Novoye Radio pada Selasa (8/2) mengatakan bahwa London akan memasok Kiev dengan rudal anti-kapal yang berpotensi melawan Angkatan Laut Rusia di Laut Hitam.

“Untuk pertama kalinya, angkatan bersenjata kami, khususnya Angkatan Laut, akan menerima senjata nyata, rudal yang pada akhirnya akan memungkinkan kami untuk melawan Rusia di Laut Hitam dan Azov,” kata diplomat itu, tanpa merinci amunisi apa yang dikirim London, atau tanggal mereka akan tiba di Ukraina, seperti dikutip dari RT, Rabu (9/2).


Menurut Pristayko, peralatan tersebut mencakup dua kapal penyapu ranjau yang saat ini sedang "dipasang kembali" di galangan kapal di Skotlandia, serta perangkat keras lainnya.

“Angkatan bersenjata kami tidak pernah menerima dana serius seperti itu dari luar negeri untuk pengembangan mereka,” kata diplomat itu.

Pengiriman rudal anti-kapal yang akan datang  berada di bawah kesepakatan 1,7 miliar euro (2,3 miliar dolar AS), yang dicapai oleh London dan Kiev tahun lalu.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Inggris memberi Ukraina pinjaman, yang harus dibayar kembali oleh Kiev dalam waktu 10 tahun, dengan dana yang akan digunakan untuk perangkat keras militer terkait angkatan laut yang dipasok oleh Inggris.
Inggris telah menjadi salah satu pemasok senjata utama Ukraina, mengirimkan sejumlah besar rudal anti-tank bahu-membahu NLAW pada bulan Januari, serta mengerahkan instruktur militer tambahan untuk mengajar pasukan Ukraina mengoperasikan sistem tersebut.

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

PJJ dan WFH Didorong Jadi Standar Baru di Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02

Prajurit di Perbatasan Wajib Junjung Profesionalisme dan Disiplin

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42

Indonesia Jadi Magnet Event Internasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26

Macron Cemas, Prabowo Tawarkan Jalan Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11

Polda Metro Terima Lima LP terkait Materi Mens Rea Pandji

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09

Prabowo Jawab Telak Opini Sesat Lewat Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26

Polisi Bongkar 'Pabrik' Tembakau Sintetis di Kebon Jeruk

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16

Pesan Prabowo di WEF Davos: Ekonomi Pro Rakyat Harus Dorong Produktivitas

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04

Selengkapnya