Berita

Peta Trinidad dan Tobago/Net

Dunia

Insiden Penembakan Kapal Migran di Trinidad dan Tobago, Seorang Bayi Meninggal di Pelukan Ibunya

SELASA, 08 FEBRUARI 2022 | 22:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Insiden mematikan nan tragis terjadi beberapa hari lalu di Trinidad dan Toago. Di atas sebuah kapal berisi sekitar 40 migran itu, seorang bayi ditemukan meninggal dunia dan ibunya terluka akibat insiden penembakan.

Menurut keterangan Perdana Menteri Trinidad dan Tobago Keith Rowley, insiden itu terjadi pada akhir pekan kemarin. Saat itu, petugas penjaga pantai melakukan operasi keamanan dan menemukan kapal berisi migran tersebut melintas. Mereka pun berulangkali memerintahkan pengemudi kapal untuk mematikan mesin.

Namun perintah itu tidak dipatuhi dan kapal terus melaju. Akhirnya petugas penjaga pantai pun menembak ke arah mesin kapal.

Sementara itu pihak penjaga pantai mengklaim bahwa tembakan itu terpaksa mereka lepaskan untuk untuk mencegah kapal menabrak.

Kapal pun berhasil dievakuasi. Namun kemudian, diketahui bahwa tembakan itu mengenai seorang bayi dan ibunya. Bayi itu diidentifikasi sebagai Yaelvis Santoyo Sarabia. Dia meninggal di pelukan ibunya, Darielvis Sarabia.

Sementara Sarabia menderita luka tembak dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi stabil. Namun para pejabat setempat tidak mengatakan bagaimana bayi itu meninggal.

Sementara Sarabia menderita luka tembak dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi stabil. Namun para pejabat setempat tidak mengatakan bagaimana bayi itu meninggal.

Mengetahui insiden itu, Venezuela sebagai negara tetangga pun buka suara dan menyerukan penyelidikan untuk mengklarifikasi fakta seputar insiden fatal ini.

Insiden itu juga mengundang kecaman dari PBB.

“Tidak boleh ada anak migran yang meninggal, baik bepergian dengan orang tuanya atau sendirian. Tidak ada ibu yang ingin mempertaruhkan nyawa anak-anaknya di kapal kecil di laut dalam, kecuali dia tidak punya pilihan lain,” kata Jean Gough, direktur regional UNICEF di Amerika Latin dan Karibia, seperti dikabarkan Al Jazeera.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya