Berita

Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar/Net

Politik

Usulkan NU dan Muhammadiyah Penerima Nobel Perdamaian 2022, Cak Imin Bulan Depan Terbang ke Norwegia

SELASA, 08 FEBRUARI 2022 | 16:31 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sebuah usulan besar diapungkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar. Cak Imin, sapaannya, mengusulkan agar Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah menjadi penerima Nobel Perdamaian 2022.

Sebagai Wakil Ketua DPR RI, Cak Imin memiliki hak suara dalam menentukan nominasi atau calon peraih Nobel tersebut.

”Saya akan mengusulkan kepada Parlemen dan Pemerintah Norwegia untuk menjadikan NU dan Muhammadiyah sebagai penerima Nobel Perdamaian Dunia, karena dua organisasi ini telah terbukti merajut kemanusiaan, merajut kebersamaan, dan merajut perdamaian,” ujarnya saat hadir dalam pernyataan kebulatan tekad Pengurus Ranting PKB se-Kabupaten Tegal untuk menjadikan Cak Imin sebagai Presiden 2024, Selasa (8/2).


Untuk mewujudkan misi tersebut, pada Maret 2022 nanti, dirinya akan terbang ke Norwegia untuk menemui ketua parlemen dan Pemerintah Norwegia sebagai penentu Nobel Perdamaian.

Terlebih lagi, menurut Cak Imin, selama ini belum ada peraih Nobel dari Indonesia. NU dan Muhammadiyah dinilai sangat layak untuk mendapatkan Nobel tersebut. Karena jauh sebelum negeri ini merdeka, NU selalu mengeluarkan fatwa perdamaian dan kemanusian.

”Ini karena komitmen kita terhadap NU sangat kuat dan jelas. Konsistensi NU itu yang akan kita tunjukkan kepada dunia luas. InsyaAllah menerima. Kalau tidak 2022, ya 2023. Ini bukti bahwa PKB dan NU tidak bisa dipisahkan sampai Yaumul Akhir,” paparnya.

Penghargaan Nobel telah diberikan sejak 1901. Sejumlah nama besar dunia telah meraih Nobel hingga saat ini. Antara lain Albert Einstein, Marie Curie, Nelson Mandela, Ernest Hemingway, Komite Internasional Palang Merah, dan sejumlah nama besar lainnya.

Ada 5 kategori penghargaan Nobel yang diberikan. Yakni Fisika, Kimia, Fisiologi atau Kedokteran, Sastra, dan Perdamaian.

Adapun syarat pemenang Nobel adalah harus hidup saat menerima penghargaan. Nobel juga tidak dapat dibagikan lebih dari tiga orang. Tidak ada batasan berapa banyak penghargaan yang dapat diterima seseorang. Organisasi juga bisa mendapatkannya. Misalnya, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi yang telah menerima beberapa Nobel Perdamaian.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya