Berita

Dubes Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo/Net

Politik

Dubes Indonesia untuk Singapura Angkat Bicara Soal Ada Imbalan Kesepakatan FIR

MINGGU, 06 FEBRUARI 2022 | 20:00 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Muncul isu dan interpretasi bahwa Indonesia sengaja mendelegasikan flight information region (FIR) ke Singapura pada batas ruang udara 0-37ribu kaki di atas Kepulauan Riau dan Natuna lantaran telah mengantongi dana 9,2miliar USD.

Hal itu langsung dibantah oleh Dubes LBBP RI Singapura Suryo Pratomo dalam acara diskusi virtual yang digagas Forum Diskusi Salemba 75, bertemakan Menakar Perjanjian FlR Indonesia-Singapura, Bermanfaatkah Bagi Indonesia? Minggu (6/2).

“Sempat muncul isu seakan-akan perjanjian FIR ditandatangani dengan imbalan ada intervensi Singapura senilai 9,2 miliar USD ke Indonesia itu tidak sama sekali,” ujar Suryo.


Suryo menjelaskan, 9,2miliar USD yang diberikan pemerintah Singapura sebelumnya merupakan dana investasi untuk pembangunan di Batam, dan NTT. Dana tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan FIR yang saat ini telah disepakati.

“Karena bagian dari kerja sama bilateral bidang ekonomi bahkan itu lebih aspek bisnis to bisnis tapi itu bagian besar dari kebijakan hubungan baik dari kedua negara tapi tiga isu itu memang menjadi sangat penting sangat dibahas terutama yang paling sensitif atau paling seksi dibahas mengenai FIR,” ucapnya.

Dia menambahkan, bahwa Indonesia dan Singapura memiliki hubungan yang cukup harmonis selama 55 tahun belakangan. Pasalnya, Indonesia dan Singapura sama-sama memiliki kedekatan dan kesamaan satu sama lain.

“Menjadi sangat penting karena kedua negara mempunyai kedekatan dan mempunyai kesamaan serta membahas berbagai macam aspek dari hubungan bilateral yang sejak lama terbentuk untuk berbagai isu,” katanya.

Adapun isu yang diangkat antar dua negara ini antara lain masalah keuangan, lingkungan, pengembangan Batam, Bintan, dan Karimun pada saat melakukan pertemuan sebanyak 40 kali antara dua kepala negara itu hingga akhirnya mencetuskan FIR.

“Karena itu FIR dalam pertemuan kemarin hanya salah satu dari bagian besar pembicaraan bilateral yang dilakukan Indonesia dan Singapura dan FIR tidak ada kaitannya dengan kemudian isu-isu ekonomi lain yang ditandatangani oleh presiden,” tandasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya