Berita

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Jovan Latuconsina/Net

Politik

Wasekjen Demokrat: Kuda Perang Tahu Kapan Harus Mundur untuk Maju Kembali

MINGGU, 06 FEBRUARI 2022 | 05:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Istilah Kuda Hitam dan Kuda Perang mendadak ramai jadi perbincangan publik. Menyusul pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, yang melabeli partainya sebagai Kuda Hitam pada Pemilihan Umum 2024 mendatang.

Dijelaskan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Jovan Latuconsina, istilah kuda, baik kavaleri, kuda hitam, maupun kuda perang itu diungkapkan AHY dalam Bimtek anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.

Menurut Jovan, AHY memiliki shio Kuda dan pelaksanaan Bimtek tidak jauh dari perayaan Imlek, pada 1 Februari 2022. Secara kebetulan, AHY juga mantan Komandan Batalyon 203 Arya Kamuning, yang memiliki simbol kuda.


"Ketum AHY menyerukan agar para anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat aktif turun langsung (manuver), dengan memberikan bantuan yang menyentuh kebutuhan rakyat (tembakan). Demokrat harus pro rakyat," tutur Jovan, melalui keterangannya, Sabtu (5/2).

Dengan manuver yang gesit, kader Partai Demokrat telah menjadi Kavaleri, yakni Pasukan Berkuda yang melakukan manuver sekaligus tembakan yang menghasilkan daya kejut.

Istilah lain yang dimunculkan AHY adalah kuda perang yang tahu kapan harus maju, berhenti, dan mundur untuk maju kembali.

AHY, menurut Jovan, mengingatkan kepada para anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat untuk meningkatkan kapasitas dan integritasnya melalui Bimtek ini, agar punya inisiatif, kreativitas, dan inovasi dalam mengembangkan program-program pro rakyat.

"Sedangkan kuda hitam, Ketum AHY menyemangati para anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat untuk jangan kecil hati, meskipun saat ini Demokrat di luar kekuasaan dan mungkin tidak diperhitungkan," jelasnya.

"Jika seluruh kader Partai Demokrat konsisten berjuang demi rakyat, insyaAllah, meski tidak diperhitungkan pada awalnya, tetapi kesuksesan akan datang," demikian Jovan.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya