Berita

Museum Holocaust di Sulawesi Utara/Net

Politik

MUI: Seharusnya yang Dibangun Museum Busuknya Yahudi Israel pada Palestina, Bukan Holocaust

JUMAT, 04 FEBRUARI 2022 | 13:22 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keberadaan museum holocaust yang baru saja diresmikan di Minahasa, Sulawesi Utara. Pasalnya, museum tersebut tidak bermanfaat dan tidak memiliki arti bagi sejarah Indonesia.

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas mempertanyakan kepada pemerintah mengenai pendirian museum kekejaman Nazi tersebut di Indonesia. Sebab, museum itu tidak memiliki kaitan erat dengan sejarah bangsa.

Seharusnya, kata Anwar, pemerintah mendirikan museum tentang kekejaman Yahudi membunuh rakyat Palestina, bukan malah kisah Nazi memerangi Yahudi.


“Jika kita masih punya akal sehat untuk menata ketertiban dunia ke arah yang lebih baik dan manusiawi, maka museum yang lebih urgent untuk kita dirikan adalah museum yang mencerminkan dan menceritakan bagaimana busuk dan buruknya tindakan yahudi dan Israel terhadap rakyat Palestina,” tegas Anwar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (4/2).

Kehadiran museum tersebut, sambungnya, akan membantu warga dunia sadar dan tergerak hati untuk menghentikan tindakan kekejaman dan kezaliman serta kebiadaban yang dilakukan Israel terhadap rakyat palestina.

“Yang itu sudah berlangsung hampir delapan dekade, yang sampai hari ini dan mungkin sampai beberapa dekade lagi ke depannya belum tentu juga akan bisa berhenti,” tegasnya.

Menurutnya, agar dapat menata dan menciptakan ketertiban dunia yang lebih baik tidak hanya membutuhkan uang dan kecerdasan otak semata, tapi yang lebih penting lagi dari itu adalah hati nurani.

"Dan inilah yang sudah hilang dan tercerabut dari kehidupan dunia kita saat ini. Dan bagi kita sebagai bangsa sudah jelas sikap dan tindakan apa yang harus kita lakukan karena di dalam alinea pertama pembukaan UUD 1945 jelas sekali di sana dikatakan,” tutupnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya