Berita

Ketua PDIP dan Ketua DPR RI Puan Maharani nampak menempel ketat Presiden Jokowi saat hadiri pengukuhan PBNU/Ist

Politik

Cak Imin Absen karena "Gusur Gusdur", Sedangkan Puan Hadir untuk Cari Dukungan NU

RABU, 02 FEBRUARI 2022 | 02:04 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketidakhadiran Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam acara pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Balikpapan Kalimantan Timur, menuai spekulasi politik.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin, Cak Imin sedang menegaskan perbedaan sikapnya dengan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Namun, soal Ketua DPR RI Puan Maharani yang justru menghadiri acara Pengukuhan tersebut dinilai ada tujuan politis. Sebab, putri mahkota PDIP itu masih berupaya untuk mendongkrak elektabilitasnya.


"Soal kehadiran Puan, mungkin agar bisa mendapat dukungan dan simpatik dari petinggi PBNU dan kaum Nadhdliyin. Dalam politik itu merupakan hal biasa," kata Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (1/2).

Adapun, kata Ujang Komarudin, absennya Cak Imin karena ia sedang menegaskan sikapnya yang memang berbeda kubu dengan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Ujang mengurai, Gus Yahya merupakan "orangnya" Presiden keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sedangkan Cak Imin pernah "menggusur" Gus Dur dari PKB.

"(Gus Yahya) pernah jadi Wasekjen PKB kubu Gus Dur. Kita tahu juga PKB Gus Dur dikalahkan oleh Cak Imin. Sehingga kubu PKB Gus Dur termasuk Gus Yahya tergusur," kata Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Selasa (1/2).

Oleh karena itu, menurut pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, adalah wajar jika Cak Imin menunjukkan sikap yang demikian pada PBNU kepemimpinan Gus Yahya.

"Kini ketika Gus Yahya jadi Ketum PBNU, ya masih punya pandangan politik yang berbeda dengan Cak Imin," demikian Ujang Komarudin.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya