Berita

Wakil Sekretaris Eksternal DPD PDIP Jabar, Bedi Budiman/RMOLJabar

Politik

Sempat Dihantam Badai, PDIP Jabar Tetap Pede Jadi Pilihan Rakyat

SELASA, 01 FEBRUARI 2022 | 08:37 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Hasil survei Indonesian Politics Research and Cosulting (IPRC) menunjukkan PDI Perjuangan berhasil bertengger di posisi kedua dengan raihan 12,3 persen. Survei ini digelar antara 16 hingga 25 Desember 2021 terhadap 1.200 warga Jawa Barat.

Wakil Sekretaris Eksternal DPD PDIP Jabar, Bedi Budiman mengatakan, hal tersebut memang telah teruji dengan raihan maksimal di 4 daerah saat di Pilkada Jabar beberapa waktu lalu. Terlebih, pada 1999 PDIP berhasil memperoleh angka tertinggi.

"Jadi ini adalah sebuah alat ukur konsolidasi PDIP, cocok dengan bukti kita merebut empat kepala daerah," kata Bedi di Kota Bandung, Senin (31/1).


Bahkan, menurut Bedi, basis suara PDIP Jabar di wilayah Priangan Timur seperti Kabupaten Pangandaran, Ciamis, Kuningan, Kota Banjar, hingga Cirebon terus terjaga.

Sedangkan, di wilayah lainnya seperti di Kabupaten Tasikmalaya, Cianjur, Bandung Barat, dan Kota Cimahi, PDIP Jabar bahkan berhasil meraih kemenangan.

"Kemudian, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi itu stabil perolehan suara PDIP," tuturnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Sementara itu, saat disinggung mengenai persoalan yang terjadi atas pernyataan anggota Fraksi DPR RI, Arteria Dahlan yang menimbulkan gelojak di masyarakat Jabar, Bedi menyebut hal tersebut telah berlalu karena ditangani dengan cepat.

"Badai telah berlalu karena memang penanganannya cepat, para pupuhu, stakeholder, maupun pegiat seni budaya sudah melihat yang bersangkutan telah meminta maaf. Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar serta Paguyuban Pasundan pun sudah memaafkan," paparnya.

Bedi menegaskan, perasaan yang dialami masyarakat Sunda atas pernyataan Arteria pun dirasakan oleh para pengurus DPD PDIP Jabar. Pasalnya, sebanyak 90 persen pengurus dan pemilih merupakan masyarakat Sunda.

Oleh karena itu, DPD PDIP Jabar selalu aktif di berbagai kegiatan Kesundaan. Bahkan, "Leuweung Padjadjaran" pun merupakan program besar PDIP sehingga hal itu menjadi bukti kepedulian ekosistem terutama sungai.

"Jangankan entitas Sunda yang besar, minoritas pasti dibela sepanjang itu dalam koridor Kebhinekan. Apakah itu minoritas agama atau pun suku, kami mengedepankan itu," lanjutnya.

Dengan demikian, ia menyakini publik akan mengingat memori tersebut. Sebab, rekam jejak PDIP yang selalu membela keragaman.

"Jadi setiap arah yang berupaya untuk mengkapitalisasi seperti Sunda tanpa PDIP, saya kira akan terbantahkan," tutupnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya