Berita

Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris/Net

Dunia

Kamala Harris Sempat Berada Dalam Jarak Dekat dari Bom Pipa di Markas Partai Selama Kerusuhan Capitol 2021

SELASA, 01 FEBRUARI 2022 | 00:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Satu tahun lebih yang lalu, tepatnya pada tanggal 6 Januari 2021 pernah terjadi insiden di mana ditemukan sebuah bom pipa yang tergeletak di samping bangku di luar markas Komite Nasional Demokrat (DNC). Bom tersebut berhasil dijinakkan sebelum sempat meledak.

Menurut bocoran dari sejumlah petugas penegak hukum yang akrab dengan situasi tersebut, pada saat insiden itu terjadi, Kamala Harris, yang pada saat itu merupakan Wakil Presiden Amerika Serikat terpilih, mengemudi dalam jarak beberapa meter dari bom pipa itu. Dia bahkan berada di dalam DNC selama hampir dua jam sebelum bom itu ditemukan.

Rincian tentang kedekatan Harris dengan bom pipa dan lamanya dia tinggal di dalam DNC belum pernah dilaporkan sebelumnya.


CNN pada awal pekan ini mengabarkan bahwa pada saat insiden itu terjadi, penegak hukum tengah mencoba untuk menanggapi beberapa peristiwa besar, termasuk melindungi politisi top, dan menghalau puluhan ribu pengunjuk rasa yang rusuh yang membanjiri Washington serta mereka yang menyerang Capitol Hill.

Namun baru-baru ini, sejumlah sumber yang dekat dengan situasi itu mengatakan kepada CNN bahwa Harris ditarik ke markas DNC di Washington sekitar pukul 11:30 waktu setempat dengan iring-iringan mobilnya melalui garasi yang mengarah ke dek parkir, tidak jauh dari lokasi bom pipa, sebelum ditemukan.

Kehadiran Harris di DNC pada saat itu tidak diketahui sampai awal bulan ini, ketika beberapa detail menjadi publik tentang evakuasi Harris diungkapkan.

Fakta bahwa Harris sangat dekat dengan potensi bahaya selama periode waktu itu menimbulkan pertanyaan tambahan tentang langkah-langkah keamanan yang diterapkan untuk melindunginya.

"Untuk menjaga keamanan operasional, Secret Service tidak membahas cara dan metode perlindungan," kata juru bicara Secret Service kepada CNN dalam sebuah pernyataan.

Belum ada komentar dari Gedung Putih.

Harris sendiri pertama kali merujuk rincian bereadaannya saat insiden itu terjdi selama pidato awal bulan Januari, yang menandai satu tahun sejak kerusuhan. Dia mengatakan bahwa dirinya berada di dalam Capitol pagi itu untuk pengarahan Komite Intelijen Senat rahasia sebelum pergi.

"Pada hari itu, saya bukan hanya Wakil Presiden terpilih, saya juga seorang senator Amerika Serikat. Dan saya berada di sini di Capitol pagi itu, pada sidang rahasia dengan sesama anggota Komite Intelijen Senat. Beberapa jam kemudian, gerbang Capitol dilanggar," kata Harris.

"Saya telah pergi. Tetapi pikiran saya segera beralih tidak hanya kepada rekan-rekan saya, tetapi juga kepada staf saya, yang terpaksa mengungsi ke kantor kami, mengubah lemari arsip menjadi barikade," sambungnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya