Berita

Direktur Eksekutif IPRC, Firman Manan/RMOLJabar

Politik

Unggul dalam Survei, Ridwan Kamil Belum Dapat Dukungan Solid Warga Jabar

SENIN, 31 JANUARI 2022 | 17:49 WIB | LAPORAN: AGUS DWI



RMOL.
Hasil survei yang dilakukan Indonesian Politics Research and Cosulting (IPRC) pada 16 hingga 25 Desember 2021 kepada warga Jawa Barat menempatkan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, di peringkat atas. Unggul dari sejumlah kandidat bursa Pilpres 2024.

Mulai dari Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto; Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,  Sandiaga Salahudin Uno; dan Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).


Direktur Eksekutif IPRC, Firman Manan menjelaskan, apabila Pilpres diselenggarakan saat ini, Ridwan Kamil berada di posisi pertama pilihan warga Jabar dengan tingkat elektabilitas sebesar 9,2 sampai 23,3 persen, tergantung simulasi pilihan.

Sedangkan, posisi berikutnya ditempati Prabowo Subianto dan diikuti oleh Anies Baswedan, lalu Ganjar Pranowo.

"Urutan ini konsisten dalam semua simulasi pilihan," kata Firman di Amaroossa Hotel, Kota Bandung, Senin (31/1).

Akan tetapi, Firman menilai hasil tersebut belum optimal karena karakteristik warga Jabar yang memang menentukan pilihan di saat-saat akhir. Kemudian, banyaknya undecided voter atau pemilih yang belum menentukan pilihannya di Jabar.

"Jadi masih sangat belum optimal. Dan ini masih agak jauh, sebut lah dua tahun," ujarnya, dikutip Kantor Berita RMOJabar.

Selain itu, warga Jabar belum terlalu yakin Ridwan Kamil akan maju dalam Pilpres. Pasalnya, hingga saat ini mantan Walikota Bandung itu belum memiliki kendaraan politik walaupun dalam beberapa kesempatan menyatakan keseriusannya untuk maju dalam Pilpres.

"Masih berbicara opsi untuk Pilgub Jabar bahkan ada tawaran menjadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN)," lanjutnya.

Sehingga hal tersebut dapat membingungkan publik dalam tingkatan tertentu. Oleh sebab itu, muncul pertanyaan dari publik, ke mana tujuan Ridwan Kamil.

"Orang juga ingin mengetahui kalau kemudian Kang Emil maju jadi Capres, apa sebetulnya agenda kebijakan Kang Emil termasuk untuk warga Jabar. Kan belum muncul, sehingga itu juga yang membuat belum signifikan dukungan untuk Kang Emil," tuturnya.

Selain itu, figur lainnya yang juga mempengaruhi dukungan Ridwan Kamil yakni Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang berhasil memenangkan suara Pilpres 2014 dan 2019 di Jabar. Bahkan, sejauh ini dukungan untuk Prabowo masih signifikan karena Partai Gerindra mempunyai basis suara cukup besar di Jabar.

"Itu karena ada basis pemilih tradisional. Lalu ada Anies Baswedan yang unggul di daerah megapolitan atau penyangga DKI Jakarta," imbuh Firman.

Dengan demikian, dirinya menyimpulkan bahwa dukungan warga Jabar terhadap Ridwan Kamil belum solid. Sehingga, Ridwan Kamil perlu melakukan sosialisasi lebih masif agar dukungan warga Jabar semakin besar, terutama kepada undecided voters.

"Jika mendapatkan dukungan yang solid dari warga Jabar, tingkat elektabilitasnya di level nasional dapat meningkat cukup signifikan," paparnya.

IPRC melakukan survei kepada WNI dengan total 1.200 orang dengan metode penarikan sampel melalui multistage random sampling di 27 daerah di Jabar yang telah memiliki hak pilih. Dengan margin of error rata-rata kurang lebih 2,87 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sedangkan, simulasi yang digunakan untuk mengetahui elektabilitas Capres yakni simulasi terbuka, semi terbuka, tertutup 10 nama, dan tertutup 6 nama. 

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya