Berita

Peneliti Senior Pusat Penelitian Politik LIPI, Prof Siti Zuhro/Net

Politik

Masyarakat Tak Sadar Pilkada Diundur ke 2024, Bukti Pendidikan Politik Masih Rendah

SENIN, 31 JANUARI 2022 | 17:19 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Hasil survei Trust Indonesia menunjukkan mayoritas masyarakat tidak mengetahui pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 2022 dan 2023 diundur ke 2024. Menariknya, masyarakat justru mengaku setuju jika Pilkada diundur ke 2024.

Temuan ini mendapatkan respons dari Peneliti Senior Pusat Penelitian Politik LIPI, Prof Siti Zuhro. Menurutnya, masyarakat hanya bisa pasrah kepada putusan pemerintah terkait Pilkada mendatang.

“Itu menunjukkan bahwa sebetulnya mereka tidak aware, tidak tahu kalau ditunda. Tapi ketika ditanyakan setuju enggak ditunda? Setuju. Ini ada apa ya jadi kayak pasrah saja, jadi kurang respons dalam pembaruan informasi itu kurang. Tapi ketika ditunda pun tidak protes, ya sudahlah pasrah saja. Jadi argumentasinya itu,” papar Siti Zuhro dalam rilis survei Trus Indonesia di Hotel DoubleTree, Jakarta, Senin (31/1).


Untuk itu, Siti Zuhro menilai masyarakat perlu diberikan edukasi terkait informasi politik yang terjadi di Indonesia. Sehingga, pesta demokrasi di Indonesia berjalan dengan kesadaran masyarakat dalam memilih pemimpinnya.

“Itu sangat emergency, sangat urgent, masyarakat kurang. Jadi setuju tidak setuju tadi itu tidak didasarkan pada satu informasi yang didapat secara akurat,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya masyarakat yang pasrah terhadap politik di Indonesia, menandakan bahwa tingkat pendidikan dan edukasi politik masyarakat sangat rendah.

“Saya menduga politikal literasi di tataran masyarakat kita yang memang menurut BPS itu pendidikan masyarakat kita sebagian besar masih di tataran delapan setengah tahun masih SMP. Sehingga tadi itu kesadaran politiknya sangat kurang lah, ini juga perlu dijelaskan sehingga ini perlu nanti diberikan suatu solusi supaya dua tahun terakhir ini ke depan itu akan (ada) perbaikan-perbaikan. Jangan lagi masyarakat dijadikan objek saja, harus subjek,” tutupnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya