Berita

Peneliti Trust Indonesia, Azhari Ardinal/RMOL

Politik

Trust Indonesia: 63,5 Persen Publik Menolak Presiden Tiga Periode

SENIN, 31 JANUARI 2022 | 12:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Mayoritas masyarakat menolak isu perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

"Terkait dengan masa jabatan presiden, ada 63,5 persen responden tidak setuju jika masa jabatan presiden ditambah jadi tiga periode dan ini sudah menjadi bahasan publik,” ucap peneliti Trust Indonesia, Azhari Ardinal saat merilis survei 'Indonesia Outlook 2022: Membaca Lanskap Politik Indonesia 2024' di Hotel Hilton Double Tree, Jalan Pegangsaan, Jakarta Pusat, Senin (31/1).

Dalam hasil surveinya, hanya sebagian kecil yang menginginkan masa jabatan presiden diperpanjang.


"Sebanyak 27,5 persen setuju masa jabatan presiden diperpanjang, dan 9,0 persen tidak tahu,” tandasnya.

Survei dilakukan secara offline dalam rentang waktu 10 hari pada 3 sampai 12 Januari 2022. Jumlah responden 1.200, menggunakan metode multistage random sampling.

Margin of error survei ini kurang lebih 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya