Berita

Seorang anggota Taliban berdiri di dekat bendera Taliban di Kabul, Afghanistan/Net

Dunia

Taliban Kirim "Diplomat" Baru ke Kuala Lumpur Lewat Jalan Belakang

KAMIS, 27 JANUARI 2022 | 23:09 WIB | LAPORAN: ABDUL MANSOOR HASSAN ZADA

Pemerintahan Taliban di Afghanistan berupaya untuk menempatkan pejabat-pejabat mereka di pos-pos diplomatik di luar negeri. Baru-baru ini, Taliban berupaya untuk menempatkan kepala baru untuk menduduki Kedutaan Besar Afghanistan di Kuala Lumpur Malaysia.

Dalam dokumen surat resmi yang diterima oleh kelompok Afghanistan International pekan ini, terungkap bahwa Taliban menggunakan taktik yang tidak biasa untuk mengambil alih Kedutaan Besar Afghanistan di Kuala Lumpur.

Sumber di Kedutaan Besar Afghanistan di Kuala Lumpur mengungkapkan kepada media bahwa baru-baru ini, duta besar yang bertugas di sana, yakni Mohibur Rehman Spinaghar, telah mempercayakan kedutaan dengan Abdul Hai Qant. Spinaghar sendiri adalah diplomat yang ditunjuk semasa pemerintahan sah Afghanistan di bawah kepemimpinan Presiden Ashraf Ghani.


Menurut sumber-sumber ini, ketika staf kedutaan keberatan dengan keputusan Spinaghar, ia pun mengancam akan memecat mereka semua.

Pasca kejadian itu, kemudian ada dokumen lain yang menunjukkan bahwa penjabat menteri luar negeri Taliban Amir Khan Mottaqi, memberhentikan Faiza Jame yang menjabat sebagai sekretaris kedua kedutaan di Kuala Lumpur, yang juga menentang keputusan Spinaghar.

Sebagai gantinya, Mottaqi kemudian menunjuk seorang pria bernama Abdul Hai Qant untuk mengisi pos diplomatik di Kedutaan Besar Afghanistan di Malaysia.

Akan tetapi, Malaysia, sama seperti banyak negara lainnya, tidak mengakui pemerintahan Taliban di Afghanistan. Sehingga akan mungkin ada kendala diplomatik jika Qant masuk ke Malaysia dengan paspor diplomatik.

Akhirnya, Qant pun pergi ke Malaysia dengan visa pelajar. Namun ia sebenarnya memiliki dua paspor, yakni paspor pelajar dan diplomatik, yang diterbitkan Taliban.

Meski begitu, pemerintahan Taliban belum secara resmi diakui oleh Mayasia dan penempatan Qant lewat "jalan belakang" di pos diplomatik di negeri jiran pun masih mengunang tanda tanya besar.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya