Berita

Gurubesar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana/Net

Politik

Gurubesar UI: Merujuk Siaran Pers Kemenko Marves, Sepertinya Kendali FIR Belum Berada di Indonesia

RABU, 26 JANUARI 2022 | 08:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pengambilalihan Pelayanan Ruang Udara atau Flight Information Region (FIR) yang berada di atas Kepulauan Riau dan sekitarnya dari Singapura ke Indonesia mulai dipertanyakan.

Kendati, perjanjian Penyesuaian FIR telah ditandangani oleh Indonesia dan Singapura pada 25 Januari 2022 dan ditegaskan lagi dalam pertemuan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Gurubesar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana mengaku masih kesulitan mencari kebenaran dari klaim tersebut.

“Klaim ini tentu sulit diketahui kebenarannya sebelum secara cermat Perjanjian Penyesuaian FIR dipelajari. Saat ini perjanjian tersebut belum dapat diakses oleh publik,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (26/1).


Menurutnya, publik akan resmi mendapat akses untuk mencermati isi perjanjian itu jika sudah akan disahkan oleh DPR.

“Sementara jika merujuk pada siaran pers Kemenko Maritim dan Investasi, serta berbagai pemberitaan di Singapura, sepertinya kendali FIR belum berada di Indonesia,” tegasnya.

Hikmahanto Juwana lantas mengurai sejumlah alasan yang memperkuat argumennya tersebut.

Pertama, siaran pers dari Kemenko Marves menyebutkan bahwa di ketinggian 0 hingga 37 ribu kaki di wilayah tertentu dari Indonesia akan didelegasikan ke otoritas penerbangan Singapura.

“Ini yang oleh media Singapura disebut hal yang memungkinkan bagi Bandara Changi untuk tumbuh secara komersial dan menjamin keselamatan penerbangan,” sambungnya.

Sementara alasan kedua, media Singapura seperti channelnewsasia menyebut bahwa  pendelegasian diberikan oleh Indonesia untuk jangka waktu 25 tahun. Repotnya, jangka waktu ini dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua negara.

“Ini berarti pemerintah Indonesia tidak melakukan persiapan serius untuk benar-benar mengambil alih FIR diatas Kepulauan Riau,” kata Hikmahanto

“Apakah 25 tahun tidak terlalu lama? Lalu tidakkah perpanjangan waktu berarti tidak memberi kepastian,” sambungnya.

Pada dasarnya, konsep FIR memang untuk keselamatan penerbangan. Namun fakta lain yang tidak terbantahkan adalah Bandara Changi bisa mencetak keuntungan besar jika FIR di atas Kepulauan Riau masih dikendalikan oleh Singapura.

Dia mengingatkan bahwa FIR suatu negara bisa saja dikelola oleh negara lain. Tapi, hal itu juga menandakan ketidakmampuan negara tersebut dalam pengelolaan FIR.

“Bagi Indonesia muncul sejumlah pertanyaan atas Perjanjian Penyesuaian FIR, antara lain, apakah hingga saat ini Indonesia belum dapat mengelola FIR di atas Kepulauan Riau?” tanyanya.

Terakhir, dia bertanya-tanya tengang kehormatan (dignity) Indonesia sebagai negara besar, jika tidak mampu mengelola FIR di atas wilayah kedaulatannya dan menjamin keselamatan penerbangan berbagai pesawat udara.

“Apakah Indonesia rela bila Changi terus berkembang secara komersial karena FIR di atas Kepulauan Riau dipegang oleh Singapura dan tidak Soekarno-Hatta?” tanyanya lagi.

“Berbagai pertanyaan ini yang mungkin akan ditanyakan oleh Komisi I DPR saat Perjanjian Penyesuaian FIR dibahas untuk pengesahan,” tutup Hikmahanto.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya