Berita

Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo/Net

Politik

Puncak Omicron Diprediksi Februari-Maret, Masyarakat Tak Perlu Panik

SENIN, 24 JANUARI 2022 | 10:37 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Lonjakan kasus positif Covid-19 varian Omicron diprediksi terjadi pada bulan Februari dan Maret. Masyarakat diminta untuk tidak panik dan lebih mentaati aturan protokol kesehatan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo mengatakan, untuk menghadapi lonjakan varian Omicron semua pihak harus mempersiapkan diri dengan baik secara psikologis, dalam artian tetap tenang dan tidak panik.

"Saya kira kita harus mempersiapkan diri dengan baik dan melakukan langkah dan tindakan yang tepat sesuai dengan anjuan pemerintah. Itu saya kira yang terpenting,” kata Rahmad lewat keterangan tertulisnya, Senin (24/1).


Legislator Fraksi PDI Perjuangan ini mengingatkan, varian Omicron tidak bisa dianggap remeh. Data menunjukkan, di luar negeri banyak yang sudah meninggal karena Omicron.

“Kita harus saling mengingatkan karena Omicron berisiko bagi orang-orang  yang punya komorbit maupun orang yang sama sekali belum vaksin. Sedangkan kita tahu masih jutaan rakyat yang belum divaksin," jelasnya.

Oleh karenanya, pihaknya mendorong pemerintah untuk terus menggencarkan vaksinasi, terutama untuk pemerintah daerah kepada masyarakat guna mengantisipasi kemungkinan terburuk ketika terpapar Omicron.

"Masih banyak yang belum divaksin, pemerintah juga harus segera melakukan booster dengan cepat walau sekarang sudah berproses,” katanya.

Pemerintah, kata Rahmad, juga harus tetap fokus melakukan testing, tracing dan treatment (3T), termasuk koordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan. rumah sakit terkait obat-obatan, vitamin, dan lainnya.

"Tetap mengikti aturan yang sudah ditetapkan pemerintah kurangi.  Kalau memungkinkan kita dorong untuk work from home (WFH) karena Omicron dalam beberapa waktu ke depan akan terjadi lonjakan besar. Itu kita harus hindarkan,” tandasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya