Berita

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa saat hadiri acara Kompas TV/Repro

Politik

Suharso Monoarfa: Pusat Pemerintahan dan Bisnis akan Pindah ke Nusantara

RABU, 19 JANUARI 2022 | 21:35 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menyampaikan bahwa pemindahan ibu kota baru nantinya akan menggeser roda pemerintahan dan juga bisnis ke Nusantara.

Hal itu disampaikan Suharso dalam acara live Kompas TV bertajuk Ibukota Baru untuk Siapa?, Rabu malam (19/1).

"Pusat pemerintahan dan pusat bisnis, pusat sekolah, pendidikan dan seterusnya. Jadi dia bukan hanya kota administrasi saja. Tapi city yang benar-benar sebuah kota dengan peradaban baru,” kata Suharso.


Politisi dari PPP ini mengatakan, pemindahan ibu kota baru tersebut akan memindahkan peradaban baru, dengan model ibukota yang sustainable dan ramah lingkungan. Hal ini bertujuan agar lingkungan bekerja yang lebih baik di ruang-ruang terbuka.

Dijelaskan Suharso, pemerintah bukan hanya memindahkan fisik semata, tapi membangun sebuah peradaban baru.

Konsep pemerintah, ibu kota negara baru itu kota yang ramah lingkungan dan menggunakan teknologi tinggi.

"Memberikan suasana yang nyaman dalam bekerja dan cara-cara kerja kan sudah tidak seperti orang-orang yang tertutup oleh gedung oleh dinding, ini sekarang banyak gedung-gedung tanda dinding ke depan,” katanya.

Suharso mengatakan bahwa semua pusat pemerintahan baik dalam maupun luar negeri akan pindah ke Nusantara.

"Ya pindah ke sana, dan tentu sesuai dengan kemampuanya masing-masing untuk lembaga-lembaga perwakilan asing. Kita berikan waktu beri kesempatan mereka,” imbuhnya.

Pihaknya menuturkan bahwa pembangunan akan mulai berjalan setelah presiden memutuskan dan membentuk keputusan presiden.

"Ya itu diputuskan sendiri melalui keputusan presiden, dan itu akan ada di tangan presiden, begitu presiden mengatakan semua laporan ini maksimal sudah bisa dilakukan pemindahan maka dengan kepres itu ditentukan untuk pindah,” tutupnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya