Berita

Kebebasan berbicara dan jurnalisme di Afghanistan kian mengkhawatirkan/Reuters

Dunia

Jurnalis Ditekan dan Diancam, Kebebasan Berbicara di Afghanistan Makin Memprihatinkan

SELASA, 18 JANUARI 2022 | 15:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kebebasan berbicara dan kebebasan media di Afghanistan dinilai semakin memprihatinkan sejak Taliban kembali menguasai negara pada pertengahan Agustus lalu.

Menurut yayasan Home of Freedom of Speech, media dan jurnalis di Afghanistan telah kehilangan "kemerdekaan". Mereka juga disensor secara sistematis oleh otoritas de facto di Kabul yang dikendalikan oleh Taliban.

"Media dan jurnalis Afghanistan telah ditekan oleh intelijen Imarah Islam Afghanistan. Mereka ingin mengubah media menjadi platform propaganda. Intelijen telah berhasil melakukannya sampai batas tertentu karena mereka menggunakan metode yang berbeda sebagai ancaman, kekuatan, dan tekanan" kata yayasan tersebut pada Senin (17/1).


Yayasan itu menjelaskan, Taliban telah "mengunjungi" kantor berita media dan meminta para jurnalis untuk meliput berita yang menguntungkan mereka karena kelompok tersebut berkuasa.

Akibatnya, sebagian besar jurnalis terkemuka di Afghanistan terpaksa menanggalkan jabatannya karena tidak ingin menjadi propaganda Taliban.

Dikutip Khaama Press, yayasan tersebut juga meminta Imarah Islam Afghanistan untuk menghentikan tindakan sensor media dan menekan jurnalis. Yayasan juga mendorong media internasional untuk melindungi kehidupan para jurnalis.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya