Berita

Lambang KSPSI/Net

Politik

Jelang Kongres, DPD KSPSI Se-Sumatera Minta Dilakukan Perubahan Besar

SENIN, 17 JANUARI 2022 | 15:22 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kongres Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang akan digelar pada bulan Februari mendatang terus mendapat respon dari berbagai Dewan Perwakilan Daerah (DPD) seluruh Indonesia. Para pimpinan tingkat daerah sepakat untuk dilakukan perubahan.

Seperti DPD Bali, Banten dan DIY kini DPD se-Sumatera juga meminta agar Kongres nanti bisa menghasilkan perubahan baik dari sisi organisasi maupun kepemimpinan.

"Dalam situasi carut marut organsiasi saat ini, Kongres ini harus segera dilaksanankan. Karena kami melihat KSPSI diambang kehancuran, karena sudah tidak ada lagi yang bisa jadi pegangan," kata Ketua DPD KSPSI Jambi, Asnawi Alamsyah dalam keteranganya, Senin (17/1).


Menurutnya, kepengurusan pusat dan daerah sudah habis masa jabatannya, jika tidak segera dilakukan Kongres seperti yang sudah diatur dalam AD/ART dalam hitungan hari ke depan KSPSI hanya tinggal nama.

"Kita tidak bisa berlindung di bawah nama besar KSPSI sebagai organsiasi tertua di Indonesia. Maka perlu ada perubahan,  bukan hanya pimpinan, tapi karakter nya juga perlu ada perubahan agar KSPSI kembali menjadi organisasi yang benar-benar melindungi seluruh anggotanya," ujar Asnawi.

Harapan besar DPD Jambi untuk KSPSI ke Depan menurut Asnawi selain bisa mencerahkan para pekerja dari sisi kesejahteraan harus bisa bersama-sama seiring sejalan dengan federasi.

 "Ada 17 Federasi,  jika Konfederasi tidak pandai memanage ini bisa jadi mereka akan lepas satu persatu.  Kalau itu terjadi maka KSPSI hanya tinggal nama. Pusat harus berhenti menjadi bibit unggul perpecahan.  Hindari ini, jadilah bibit unggul yang sesungguhnya," tutupnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua DPD Bangka Belitung, Darusman Aswan. Menurutnya perubahan perlu dilakukan oleh KSPSI, bukan hanya perubahan pimpinan, tapi perubahan secara menyeluruh. "Kita ingin perubahan yang bukan kamuflase tapi perubahan yang real," kata Darusman.

Situasi saat ini kata dia, sesuatu yang tidak lazim. KSPSI yang terkenal sebagai organisasi pekerja terbesar yang melahirkan berbagai tokoh sampai ke tingkat menteri kondisi saat ini sangat prihatin. "Ini bukan like or dislike, tapi kami ingin bahwa KSPSI ini bisa kembali kemarwahnya. Makanya kami ingin perubahan," tegasnya.
 
Pernyataan keras juga disampaikan oleh Ketua DPD Sumatera Utara, CP Nainggolan. Dirinya ingin bahwa Kongres ini harus segera dilaksanakan sesuai konstitusi yang tertuang dalam AD/ART.

"Organsiasi ini kolektif, tapi jika kita melihat hasil Kongres 2014, kita tidak melihat peranan dari para pengurus itu.  Gak ada arahnya, olehkarena itu jika Kongres nanti pengurus tidak melakukan perubahan, DPD harus mengambil sikap," ujar Nainggolan.
 
KSPSI ke depan ujarnya harus bisa berjaya kembali seperti tahun 80 an. Karena ini organisasi terbesar di Indonesia. Jangan organisasi ini hanya ketua dan sekretaris, ini bukan dewan pimpinan namanya, tapi menjadi lembaga Komando.

"Kami ingin pengurus yang benar-benar mengayomi dan melindungi seluruh anggota baik di dewan pengurus maupun di federasi. Agar kesejehateraan para pekerja yang diperjuangkan selama ini benar-benar bisa dirasakan sepenuhnya," tutup Nainggolan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya