Berita

Letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai/Net

Dunia

Pakar: Setelah Tonga, Akan Ada Lebih Banyak Erupsi dan Tsunami yang Terjadi

SENIN, 17 JANUARI 2022 | 08:08 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai telah menciptakan gelombang besar yang membuat tsunami di beberapa pulau Pasifik Selatan.

Dari Jepang, Selandia Baru, hingga Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan tsunami secara massal. Perintah evakuasi juga dikeluarkan di banyak wilayah.

Terlepas dari itu, ilmuwan dari Universitas Newcastle, Hannah Power, mengatakan bukti geologis dari letusan besar menunjukkan bahwa peristiwa tersebut tidak biasanya hanya sekali dan sering kali datang dalam beberapa kali lipat.


“Gelombang tsunami datang berkelompok,” jelasnya, seperti dikutip WA Today.

Ia mengatakan, letusan lain kemungkinan akan terjadi dalam beberapa hari, minggu, atau bahkan tahun mendatang.

"Seringkali gelombang pertama bukan yang terbesar, sehingga orang tidak bisa berpuas diri," tambahnya.

“Terakhir kali kami melihat gelombang tsunami sebesar ini menghantam pantai timur Australia adalah pada tahun 1960. Gelombang tsunami yang kami lihat di sini tingginya sekitar satu meter, dan semua orang berpikir 'baiklah saya berselancar atau berenang di sana', tapi di garis pantai gelombang tiba setiap 10 detik. Tsunami berbeda datang setiap 10 hingga 30 menit," jelasnya.

Power menjelaskan, arus air yang kuat dan tidak biasa didorong ke hulu di muara, dan kemudian ditarik kembali ke hilir, bahkan hingga sejauh 8.000 kilometer. Hal itu yang membuat kerusakan signifikan dari peristiwa tersebut.

Tonga sendiri berada di cincin api Pasifik. Palung Tonga-Kermadec adalah bagian dunia yang sangat aktif di mana dua lempeng tektonik bertemu. Ini adalah daerah yang rentan sehingga satu peristiwa bisa berarti berbulan-bulan atau bertahun-tahun lebih banyak aktivitas yang akan datang.

Sejauh ini belum ada laporan resmi terkait korban cedera atau meninggal akibat peristiwa ini Tonga mengingat jaringan komunikasi dan listrik yang terputus akibat erupsi dan tsunami.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya