Berita

Sekelompok nasabah asuransi Jiwasraya yang tergabung dalam Forum Nasabah Korban Jiwasraya (FNKJ) saat mendatangi rumah dinas Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti pada Kamis (13/1)/Net

Politik

Dampingi Nasabah Bertemu La Nyalla, Lieus Sungkharisma: Jiwasraya Jangan Zalim, Hak Mereka Harus Dibayar

JUMAT, 14 JANUARI 2022 | 07:27 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sekelompok nasabah asuransi Jiwasraya yang tergabung dalam Forum Nasabah Korban Jiwasraya (FNKJ) mendatangi rumah dinas Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti pada Kamis (13/1). Mereka datang untuk  mengadukan nasib mereka yang menjadi korban asuransi Jiwasraya.  

Kedatangan para nasabah korban asuransi Jiwasraya itu didampingi oleh koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma.

Menurut Lieus, kedatangan para nasabah Jiwasraya  yang terdaftar sebagai nasabah bancas dan nasabah anuitas itu untuk menyampaikan keluhan mereka kepada Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) terkait tidak kunjung dibayarkannya hak mereka sebagai nasabah Jiwasraya.


Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam itu, Ketua FNKJ Rustiana menyampaikan ada banyak nasabah yang hingga hari ini belum menerima manfaat dari asuransi Jiwasraya sejak dari Februari 2021.

"Terutama bagi nasabah anuitas yang berasal dari pensiunan karyawan swasta non BUMN. Para nasabah anuitas yang tidak dibayarkan itu merupakan nasabah yang menolak restrukturisasi Jiwasraya," ucap Rustiana.

Lebih lanjut Rustiana mengatakan seluruh anggota FNKJ itu menolak adanya restrukturisasi Jiwasraya. Bahkan ada nasabah yang telah menang secara litigasi di pengadilan tapi menolak restrukturisasi, juga tidak dibayarkan hak mereka oleh Jiwasraya.

Terkait pendampingannya pada nasabah Jiwasraya untuk bertanya Ketua DPD RI, Lieus mengaku karena ia ingin para nasabah perusahaan asuransi milik pemerintah itu tidak bersikap zalim pada nasabahnya.

“Apa pun alasannya, hak para nasabah itu harus dibayarkan,” tegasnya.

"Mereka hanya ingin mendapatkan keadilan di republik ini. Apalagi menurut mereka ada banyak lembaga negara yang telah mereka temui dalam memperjuangkan hak-haknya, tapi tak ada satu pun yang memberi solusi. Karena itulah mereka berharap, dengan menemui Ketua DPD, ada jalan keluar atas nasib mereka,” ujar Lieus.

La Nyalla sendiri, tambah Lieus, pernah berpesan agar menjadikan rumah dinasnya sebagai rumah rakyat. Karena itulah para nasabah korban asuransi Jiwasraya dia ajak menemui La Nyalla untuk mengadukan nasib.

Dalam pertemuan itu, Adithiya Diar selaku kuasa hukum dari beberapa nasabah korban Jiwasraya menyatakan, penolakan terhadap program restrukturisasi yang ditawarkan oleh Jiwasraya itu adalah hak dari nasabah.

"Tidak boleh ada pemaksaan apapun agar nasabah menyetujui adanya restrukturisasi yang mengalihkan pertanggungjawaban polis dari Jiwasraya ke IFG Life," ucapnya.

Adithiya Diar juga mengatakan, pada saat penandatanganan kesepakatan antara Jiwasraya dengan para nasabah yang tertuang dalam syarat-syarat umum polis, tidak ada klausul untuk nasabah di kemudian  hari harus mengalihkan polis ke perusahaan lain.

"Berdasarkan Undang-Undang Perasuransian, apapun kondisi perusahaan maka haruslah mengutamakan pembayaran polis bagi nasabah. Tapi yang terjadi hari ini, para nasabah nyaris dipaksakan untuk melaksanakan restrukturisasi," ujarnya.

Menanggapi keluhan para nasabah Jiwasraya itu, La Nyalla Mahmud Mattalitti sangat menyayangkan kerugian yang dialami para nasabah tersebut.

"Saya mendengarkan keluhan bapak ibu atas apa yang terjadi. Saya akan bawa aspirasi bapak dan ibu yang tergabung di FNKJ, dengan memanggil pihak Jiwasraya dan pihak terkait lainnya. Kita juga akan mengkaji kemungkinan akan dibentuknya pansus Jiwasraya," ucap Ketua DPD RI itu.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya