Berita

Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep/Net

Politik

Dukung Ubedilah Laporkan Gibran-Kaesang ke KPK, Aktivis Forkot 98: Reformasi Belum Selesai!

KAMIS, 13 JANUARI 2022 | 10:17 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keseriusan pemerintah dan penegak hukum dalam tindak pencegahan dan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) diuji dengan laporan dugaan KKN putra presiden, Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming Raka ke KPK.

Aktivis Forkot 98, Djulayha atau Ijul mengatakan, semangat pemberantasan KKN dimulai di masa Presiden BJ. Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid, dan Presiden Megawati yang telah membuat Kelembagaan mulai dari Komisi Pengawas Kekayaan Pejabat Negara (KPKPN), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dan Ombudsman hingga akhirnya terbentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun kini, kesadaran secara individu untuk melakukan tindakan KKN telah menjelma menjadi gurita. Hal inilah yang membuat Indonesia tidak mampu berkembang dan maju.


"Ini juga sekaligus menjauh dari semangat dan cita-cita Reformasi 1998," kata Ijul dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/1).

Melihat praktik KKN yang makin marak, ia pun berpandangan semangat reformasi hingga kini belum selesai. Apalagi, baru-baru ini dugaan KKN ditujukan kepada dua putra Presiden Joko Widodo, Kaesang dan Gibran yang sebelumnya telah dilaporkan oleh aktivis dan dosen UNJ, Ubedilah Badrun.

"Maka dari itu, saya mendukung langkah-langkah Ubedillah Badrun dalam pelaporan terhadap Putra Jokowi," tutur Ijul.

Selain itu, ia juga mendorong KPK untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut agar publik bisa mendapat informasi kebenaran secara terang benderang.

"Saya juga meminta dengan segera agar kawan-kawan 1998 kembali kepada semangat dan cita-cita Reformasi 1998 yang antikorupsi, kolusi dan nepotisme," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya