Berita

Logo Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)/Net

Nusantara

Aliansi Peduli Riset: BRIN Seharusnya jadi Pendana Riset yang Koordinir Iptek

RABU, 12 JANUARI 2022 | 19:21 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Inisiator petisi BRIN yang terdiri dari Aliansi Peduli Riset bersama Narasi Institute menyayangkan reorganisasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan menyatukan lembaga penelitian yang tanpa persiapan dan tanpa proses evolusi bertahap sesuai prioritas penelitian yang telah terjadi.

Co Founder Narasi Institute Achmad Nur Hidayat menyampaikan bahwa langkah tersebut dipastikan membawa malapetaka bagi dunia riset dan penelitian Indonesia.

“Kami memiliki data banyaknya tenaga kontrak dan honorer yang merupakan asisten peneliti dan tenaga riset yang dibutuhkan dalam penelitian oleh peneliti, termasuk tenaga pendukung LPKN terkait (contoh : satpam) telah diputus kerjakan dengan sepihak dan tiba-tiba tanpa pemberitahuan dan persiapan selayaknya,” kata Achmad Nur Hidayat dalam keterangan tertulis, Rabu (12/1).


Dengan begitu, sambung dia, akan menghambat riset dan penelitian baik yang tengah berjalan maupun penelitian yang akan dikerjakan, selain mempengaruhi keamanan dan keberlangsungan LPKN terkait.

Oleh karena itu, menurut para inisiator petisi BRIN, seharusnya BRIN berfungsi hanya sebagai lembaga pendana riset dan pusat koordinasi inovasi ilmu pengetahuan dengan kemampuan mengintegrasikan lembaga-lembaga iptek, riset dan penelitian di seluruh Indonesia.

“Fungsi Koordinasi BRIN dapat dilakukan dengan mekanisme pendanaan berbasis usulan dan kompetisi lembaga Iptek, riset dan penelitian serta terkait urgensi iptek dan road map Iptek yang ditargetkan untuk mengejar kepentingan nasional janga pendek, menengah dan panjang,” tandas Achmad.

Maka dari itu, BRIN seyogyanya tidak melaksanakan kegiatan Iptek, riset dan penelitian dalam bentuk apapun sehingga dana R&D dapat termanfaatkan dengan tepat guna dan tepat sasaran oleh LPKN ataupun bentuk riset dan penelitian lainnya baik bersifat kelembagaan ataupun perorangan.

Disisi lain, Achmad menjelaskan bahwa petisi terkait BRIN telah mendapatkan antusias yang tinggi dari masyarakat dalam waktu singkat. Terbukti tokoh akademisi dan masyarakat yang telah menandatangani Petisi sejumlah 8.219 penandatangan per 12 Januari 2021 pukul 10.00. 

“Kami perlu tegaskan bahwa petisi ini murni aspirasi dari para tokoh pendidik, peneliti dan akademisi yang prihatin pada kebijakan BRIN yang dinilai tanpa disertai musyawarah mufakat selain juga meninggalkan azas keadilan bagi LPKN, peneliti dan periset serta pendukung terdampak,” pungkasnya.


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya