Berita

Kapal tanker Iran/Net

Dunia

China Raup Untung Besar dari Sanksi AS, Bisa Beli Minyak Murah dari Iran dan Venezuela

SELASA, 11 JANUARI 2022 | 15:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China memanfaatkan sanksi Amerika Serikar (AS) yang diberlakukan atas minyak Iran dan Venezuela untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

Data dari Bloomberg menunjukkan, China bahkan menggandakan impor minyak mentah dari Iran dan Venezuela pada 2021. Sepanjang tahun lalu, China membeli 324 juta barel dari Iran dan Venezuela atau 53 persen lebih banyak dari tahun 2020.

Itu merupakan impor terbesar China sejak Beijing membeli 352 juta barel minyak mentah dari dua negara tersebut.


Di antara mereka yang diuntungkan adalah perusahaan swasta. Dengan sanksi internasional, harga minyak mentah Iran dan Venezuela banyak tidak terjual, alhasil harga pun ikut anjlok.

Pembelian dari Iran dan Venezuela juga biasanya tidak muncul dalam data bea cukai resmi.

"Lonjakan ini dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah, membuat minyak mentah Iran, secara anekdot, lebih murah hingga 10 persen ketika dikirim ke China,” kata kepala peneliti kapal tanker di Braemar ACM Shipbroking, Anoop Singh.

Singh mengatakan, minyak yang terkena sanksi biasanya diangkut dengan kapal tua yang seharusnya digunakan untuk tempat pembuangan sampah, yang lebih menghemat biaya.

Kargo dapat dikirim langsung dari negara asal dengan kapal tanker secara gelap, artinya transpondernya dimatikan. Mereka juga dapat dipindahkan antar kapal di laut untuk menutupi dari mana minyak mentah itu berasal.

Minyak mentah Iran dan Venezuela sering dicap ulang dan dijual sebagai minyak dari Oman dan Malaysia. China belum menerima minyak mentah Iran sejak Desember 2020, sementara impor dari Oman dan Malaysia telah meningkat.

Meski begitu, minyak mentah yang dikenai sanksi akan diproses dan memiliki harga yang tetap tinggi untuk dijual oleh China.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya