Berita

Pengamat politik Iwel Sastra/Net

Politik

Belum Jelas Kapan Dapat Menteri, PAN Harus Tolak Jika Ditawari Komisaris BUMN

SELASA, 11 JANUARI 2022 | 05:47 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Sebagai anggota koalisi baru di pemerintahan Joko Widodo, Partai Amanat Nasional (PAN) sampai saat ini belum mendapatkan jatah kursi kabinet.

Kondisi itu makin diperparah karena dalam waktu dekat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo tidak akan merombak kabinetnya.

Pengamat politik Iwel Sastra menyarankan pada PAN harus hati-hati dalam menerima tawaran kue politik apa selain kabinet.


"Sebagai partai politik yang memiliki kursi di parlemen apabila bergabung dengan pemerintah kompensasi yang ideal adalah kader PAN menduduki posisi menteri atau setingkat menteri," kata Iwel kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (11/1).

Iwel menekankan, jika nantinya Presiden Jokowi memberi tawaran Komisaris BUMN, PAN harus menolak. Sebab, tidak sebanding dengan PAN.

"Biasanya jabatan komisaris diberikan kepada para kader partai yang partainya tidak memiliki kursi di parlemen," pungkasnya.

Dalam situasi seperti saat ini, Iwel menyarankan PAN agar tetap bertahan di koalisi pemerintahan Jokowi.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya