Berita

Karim Massimov, mantan kepala badan intelijen domestik Kazakhstan /Net

Dunia

Dituding Berkhianat kepada Negara, Mantan Kepala Badan Intelijen Kazakhstan Diringkus Aparat

SABTU, 08 JANUARI 2022 | 15:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kerusuhan besar yang terjadi dalam beberapa hari di Kazakhstan berujung pada penangkapan sejumlah tokoh utama negara Asia Tengah itu.

Reuters melaporkan pada Sabtu (8/1), salah satu tokoh yang ditahan buntut dari protes berhari-hari itu adalah Karim Massimov, mantan kepala badan intelijen domestik Kazakhstan atas dugaan pengkhianatan atau makar.

Komite Keamanan Nasional (KNB) mengatakan bahwa Massimov, yang dipecat minggu ini ketika protes berkecamuk di seluruh negara, ditahan bersama beberapa pejabat lain yang tidak diungkapkan identitasnya.


“Karena dicurigai melakukan kejahatan ini, mantan ketua KNB, KK Masimov ditahan dan ditempatkan di pusat penahanan sementara, bersama dengan yang lainnya,” kata pernyataan itu.

Massimov secara luas dipandang sebagai sekutu dekat mantan presiden Nursultan Nazarbayev. Dia telah dua kali menjadi perdana menteri dan juga menjabat sebagai kepala administrasi kepresidenan di bawah Nazarbayev.

Nazarbayev (81) adalah penguasa terlama di negara bekas Soviet sampai ia menyerahkan kursi kepresidenan kepada Kassym-Jomart Tokayev pada 2019. Keluarganya diyakini secara luas mempertahankan pengaruh di Nur-Sultan, ibu kota yang dibangun khusus dengan namanya.

Puluhan orang tewas, banyak gedung-gedung publik di seluruh Kazakhstan dijarah dan dibakar dalam kekerasan terburuk yang dialami negara bekas republik Soviet dalam 30 tahun kemerdekaannya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya