Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Rudapaksa 36 Perempuan Suku Pribumi, Lima Mantan Anggota Pasukan Guatemala Diseret ke Pengadilan

KAMIS, 06 JANUARI 2022 | 08:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengadilan Guatemala mengadili lima mantan anggota kelompok paramiliter Patroli Bela Diri Sipil (PAC) atas kasus perkosaan 36 perempuan dari kelompok pribumi Achi dari 1981 hingga 1985, pada Rabu (5/1) waktu setempat.

Kasus asusila itu terjadi selama berkecamuknya perang saudara selama puluhan tahun di negara Amerika Tengah itu.

"Perdebatan akan dimulai hari ini, kami tidak dapat menundanya," kata Hakim Yassmin Barrios, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (6/1).


Pengadilan tersebut dibentuk setelah komisi anti-korupsi CICIG yang didukung PBB mendorong reformasi untuk menyelidiki kejahatan terorganisir dan korupsi. CICIG sendiri dibubarkan pada 2019 setelah Presiden Alejandro Giammattei tidak memperpanjang mandatnya.

Jaksa mengatakan kepada pengadilan bahwa mereka memiliki setidaknya 200 bukti, termasuk kesaksian dan pendapat ahli, untuk diajukan mengenai pemerkosaan, yang diduga terjadi di Baja Verapaz, sebuah departemen di utara Guatemala City.

Beberapa kelompok hak asasi manusia menggantung selimut dan meletakkan bunga di luar pengadilan seba+gai solidaritas dengan para korban, yang berasal dari Maya.

Lima mantan paramiliter yang diadili pada Rabu ditangkap bersama dengan tiga lainnya pada tahun 2018, meskipun hakim yang awalnya mengajukan kasus terhadap mereka menolak bukti dan membebaskan terdakwa.

 "Hari ini adalah hari bersejarah tidak hanya bagi perempuan Achi di Rabinal (di Baja Verapaz), tetapi juga bagi ribuan perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual dalam konflik bersenjata," kata Virginia Valencia, yang mewakili lima dari 36 tersangka korban.

 Pada tahun 2016, dua mantan tentara dijatuhi hukuman gabungan 360 tahun penjara karena kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk perbudakan seksual dan pembunuhan, setelah 15 wanita Q'eqchi asal Maya membawa sebuah kasus ke pengadilan tertinggi negara read more .

Pasukan PAC awalnya dibentuk oleh tentara Guatemala selama konflik dengan untuk mengendalikan penduduk pribumi. Sejak penandatanganan perjanjian damai pada tahun 1996, mereka telah dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya