Berita

Mobil dirusak massa di Pondok Pesantren (Ponpes) As-Sunnah/Repro

Nusantara

Ponpes di Lombok Timur Dirusak Massa, Polisi Masih Buru Pelaku

SENIN, 03 JANUARI 2022 | 15:34 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pondok Pesantren (Ponpes) As-Sunnah di Desa Bagik Nyaman, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur diduga dibakar massa. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu dini hari (1/1).

Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono menjelaskan, Ponpes As-Sunnah diserang oleh massa tak dikenal pada pukul 02.30 Wita.

"Kurang lebih 300 orang melakukan penyerangan di Markas As-Sunnah. Sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua dirusak, satu unit roda empat dibakar," ujar Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono dikonfirmasi wartawan.


Akibat kejadian tersebut, lebih dari 11 unit kendaraan bermotor rusak, di antaranya 4 unit kendaraan roda empat jenis mini bus dan 7 unit motor.

Selain kendaraan, beberapa bagian bangunan ponpes juga mengalami kerusakan, termasuk pondasi masjid Ponpes As-Sunnah.

Diduga karena Video Provokasi

Pihak kepolisian Polda NTB hingga kini masih mengejar para pelaku perusakan As-Sunnah. Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Artanto menjelaskan, peristiwa tersebut diduga terjadi karena beredarnya potongan video.

"Diduga massa terprovokasi potongan video yang isinya mendiskreditkan makam leluhur orang Lombok, ini yang memicu dan akhirnya massa melakukan aksi perusakan," kata Artanto.

Saat ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi yang berada lokasi kejadian saat aksi perusakan.

"Kami sudah memeriksa 6 saksi untuk diambil keterangan. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan," demikian Kombes Artanto, Senin (3/1).

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya