Berita

Kembang api meledak di atas Sydney Opera House dan Harbour Bridge saat perayaan Malam Tahun Baru dimulai di Sydney pada Jumat (31/12)/AP

Dunia

Omicron dan Tahun Baru 2022, Kekhawatiran dan Harapan Datang Bersamaan

SABTU, 01 JANUARI 2022 | 00:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Malam tahun 2021 bak de javu bagi sejumlah pihak. Bukan tanpa alasan, malam pergantian tahun kali ini masih dibayangi akan kekhawatiran soal pandemi Covid-19 yang masih juga enggan "berdamai" dengan manusia.

Terlebih, pergantian tahun dari 2021 ke 2022 juga dibayangi oleh varian baru virus corona yakni varian Omicron yang membawa kekhawatiran tersendiri bagi dunia.

Di sejumlah negara, kasus penularan Covid-19 kembali meningkat di akhir tahun 2021. Di London, misalnya, sejumlah pejabat kesehatan mengatakan bahwa sebanyak 1 dari 15 orang terinfeksi virus dalam seminggu sebelum Natal. Secara keseluruhan, di Inggris sendiri rawat inap pasien Covid-19 mengalami lonjakan hingga 44 persen pada pekan lalu.


Meski begitu, bukan berarti harapan akan kondisi yang lebih baik sirna. Pada pertengahan 2021 lalu sejumlah vaksin Covid-19 hadir dan menjadi game changer bagi situasi pandemi yang terjadi di banyak negara di dunia. Upaya vaksinasi yang masif pun gencar dilakukan.

Salah satunya dilakukan oleh Pakistan. Di penghujung tahun, pemerintah setempat mengumumkan bahwa mereka telah mencapai tujuannya untuk memvaksinasi 70 juta orang secara penuh.

Situasi serupa juga terjadi di banyak negara lainnya. Bahkan tidak sedikit juga negara yang saat ini sudah memasuki tahap kampanye booster vaksin Covid-19 demi melawan varian-varian baru virus corona yang bermunculan.

Perubahan itu pun membawa harapan segar akan situasi yang lebih baik pasca pandemi Covid-19 di tahun 2022 yang baru datang.

Di Rusia, Presiden Vladimir Putin menutup tahun dengan menyampaikan pesan duka cita kepada mereka yang meninggal dunia atau kehilangan orang terkasih akibat Covid-19.

Namun pada saat yang bersamaan, Putin juga memuji warga Rusia yang tetap kuat melewati masa-masa sulit selama pandemi. Iamengingatkan bahwa pandemi belum usai.

"Saya ingin menyampaikan kata-kata dukungan yang tulus kepada semua orang yang kehilangan orang yang mereka sayangi," kata Putin dalam pidato yang disiarkan televisi tepat sebelum tengah malam di masing-masing dari 11 zona waktu Rusia.

Ancaman Omicron yang muncul beberapa waktu belakangan juga menyebabkan banyak wilayah di dunia yang membatagsi atau membatalkan agenda perayaan tahun baru demi menghindari kerumunan dan menekan potensi penularan virus corona.

Seperti yang dilakukan oleh Pmeimpin Gereja Katolik Roma Paus Fransiskus. Ia membatalkan tradisi malam tahun baru di Lapangan Santo Petrus demi menghindari keramaian.

Sementara itu di Paris, pemerintah setempat kembali menerapkan aturan wajib untuk mengenakan masker di tempat umum pada akhir pekan ini. Bukan tanpa alasan, pasalnya hampir 50 persen kapasitas tempat tidur perawatan intensif wilayah Paris telah diisi oleh pasien Covid-19 pada akhir tahun 2021.

Di ibu kota Korea Selatan, Seoul, upacara membunyikan lonceng Tahun Baru tahunan juga dibatalkan untuk tahun kedua berturut-turut karena lonjakan kasus. Para pejabat mengatakan video pra-rekaman dari upacara membunyikan lonceng tahun ini akan disiarkan secara online dan di televisi.

Meski begitu, kemeriahan tahun baru tetap terjadi di Australia. Ribuan kembang api menerangi langit di atas Harbour Bridge dan Opera House Sydney pada tengah malam. Ini adalah pemandangan yang selalu menghiasi langit negeri kanguru di setiap malam pergantian tahun.

Beberapa jam sebelum pertunjukan spektakuler, otoritas kesehatan Australia melaporkan rekor 32.000 kasus virus baru, banyak di antaranya di Sydney.

Selandia Baru yang bertetangga memilih pendekatan yang lebih sederhana, menggantikan pertunjukan kembang apinya di Auckland dengan tampilan lampu yang diproyeksikan ke landmark termasuk Sky Tower dan Harbour Bridge.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya