Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Ketua DPP PKS: Bibit Otoritarianisme akan Semakin Berkembang dan Mematikan Demokrasi Secara Perlahan

JUMAT, 31 DESEMBER 2021 | 17:51 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, menyampaikan refleksi tahun 2021. Dalam kacamatanya, semenjak era reformasi norma kehidupan berbangsa dan bernegara perlahan memudar.

Dia menuturkan, selama 22 tahun reformasi bergulir di Indonesia, demokratisasi, desentralisasi, HAM dan good governance menjadi norma baru bagi kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

"Namun dalam perjalanan sejarah bangsa, norma-norma itu semakin memudar," ucap Mardani ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (31/12).


Mardani juga menilai, pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin saat ini demokrasi di Indonesia kian menurun.

Hal itu menurutnya ditandai dengan adanya pembungkaman yang dilakukaun oleh aparat penegak hukum saat masyarakat menyampaikan aspirasinya.

"Bahkan di era Pemerintahan saat ini, demokrasi mengalami kemunduran. Ketika kebebasan sipil semakin buruk, ekspresi rakyat melalui Mural direpresi, dan berbagai tindakan represif lainnya, maka telah nyata kehidupan demokrasi kita semakin mundur," tuturnya.

Selain itu, kata Mardani, saat ini juga rakyat Indonesia disaksikan dengan agenda nasional pemberantasan korupsi yang dinilianya sedang mengalami tantangan.

"Ketika kekuasaan semakin represif, dan penguasa melakukan tindakan kooptasi kepada elit, maka disaat itulah oligarki semakin berkuasa dan membajak arah konsolidasi demokrasi Indonesia menuju era anti demokrasi," kata Mardani.

Bahkan, Mardani khawatir konsolidasi demokrasi terancam semakin mundur jauh ke belakang ketika muncul ususlan dari beragam elit kekuasaan di pemerintahan dan DPR RI terkait amandemen UUD NRI 1945

"(Isunya) untuk memperpanjang jabatan Presiden Republik Indonesia," imbuhnya.

Adanya isu perpanjangan masa jabatan presiden juga menjadi salah satu isu yang menyedot perhatian masyarakat, karena ikut muncul gagasan dari sejumlah kelompok agar ada jabatan presiden tiga periode.

Hal tersebut, dicap Mardani, sebagai bagian dari pengkhianatan amanah konstitusi, karena hanya akan menjadikan kekuasaan pemerintah semakin kuat tak terbendung.

"Bibit otoritarianisme akan semakin berkembang dan lambat laun akan mematikan demokrasi secara perlahan-lahan," tutupnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

PLN Gercep Pulihkan Listrik Pascagempa NTT: Bukti Negara Hadir

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:26

Peduli NTT, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:15

Tunda Agenda Internal, PDIP Fokus Bantu Korban Gempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:00

Ketika Emak-emak Mengamuk di Depan Kepala BGN

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:50

HUT RI Momentum Bangkit Bersama di Tengah Duka Gempa

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:49

Operasional Pelabuhan Marina Disetop Pangkas Pendapatan Daerah Rp11 Miliar

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:33

PKS Yakin Rakyat Aceh Konsisten Bersama NKRI

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:30

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Dipakai via QRIS

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:27

Bitcoin Menguat Terimbas Sentimen Positif Pasar Kripto Global

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:19

HUT Ke-81 RI Diwarnai Duka Gempa NTT: Ada Kesedihan di Tengah Perayaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:17

Selengkapnya