Berita

Plt Jurubicara KPK, Ali Fikri/RMOL

Hukum

Setuju Orang Kepercayaan Azis Syamsuddin Diultimatum Hakim, KPK: Sudah Disumpah Jangan Tutupi Fakta

JUMAT, 31 DESEMBER 2021 | 10:41 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Selama proses persidangan, Aliza Gunado yang disebut sebagai orang kepercayaan mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin selalu berkelit hingga ditegur hakim agar bicara jujur.

Saat bersaksi untuk terdakwa Azis di Pengadilan Tipikor, Kamis (30/12), Aliza selalu menjawab tidak tahu. Akibatnya, majelis hakim meminta tim JPU untuk mengkonfrontir saksi Aliza dengan saksi-saksi lain untuk mengetahui siapa yang berbohong.

Ketegasan majelis hakim tersebut direspons positif oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


"Apa yang disampaikan hakim tepat, seorang saksi yang disumpah di hadapan Majelis Hakim memang berkewajiban menyampaikan apa yang ia tahu dan tidak boleh menutupi apapun yang ia dengar, lihat, dan alami sendiri," ujar Plt Jurubicara KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (31/12).

Dalam persidangan, tentu fakta-fakta keterangan saksi lain sudah dicatat oleh majelis hakim. Apalagi, ada petunjuk kuat keterangan yang sudah saling berkesesuaian dengan saksi lain.

"Kita ikuti persidangannya karena diagendakan akan dilakukan pemeriksaan saksi-saksi lainnya pada persidangan hari Senin 3 Januari 2022 yang akan datang," pungkas Ali.

Dalam sidang kemarin, saksi Aliza selalu menjawab "tidak tahu" dan "tidak kenal" dengan nama-nama yang disebutkan oleh tim JPU maupun majelis hakim maupun setiap peristiwa berdasarkan keterangan saksi lainnya.

Padahal, nama-nama yang disebutkan telah memberikan keterangan di persidangan sebelumnya dan selalu menyeret nama Aliza. Baik terkait pertemuan maupun pemberian uang.

Akibatnya, majelis hakim sempat mengingatkan Aliza untuk berbicara jujur. Karena jika memberikan keterangan bohong, ancaman hukumannya lebih berat dari terdakwa.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya