Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Infeksi Omicron Melebar ke Sejumlah Negara, Fraksi PKS Desak Pemerintah Tutup Pintu Masuk Negara

KAMIS, 30 DESEMBER 2021 | 20:17 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Jumlah kasus Covid-19 Omicron di Indonesia, yang dicatat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per Rabu (29/12) bertambah 21 orang, sehingga totalnya sudah 68 orang.

Jika dirinci, tambahan 21 kasus Omicron merupakan pelaku perjalanan luar negeri yang terdiri dari 16 WNI dan 5 WNA.

Kemudian, Satgas Covid-19 mengumumkan tambahan kasus Covid-19 di tanah air pada hari yang sama sebanyak 194 kasus.


Angka itu lebih rendah jika dibandingkan dengan tambahan kasus positif Covid-19 nasional hari sebelumnya, Selasa (28/12), yang tercatat 278 kasus.

"Artinya, penambahan kasus dari luar negeri patut segera diantisipasi," ujar anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS, Suryadi Jaya Purnama, kepada wartawan pada Kamis (30/12).

Suryadi menyatakan, Fraksi PKS meminta pemerintah untuk menutup sementara jalur masuk luar negeri, agar potensi lonjakan kasus Covid-91 akibat sebaran Omicron tak terjadi.

"Tren kasus yang menurun di Indonesia jangan sampai terpicu dengan para pendatang dari luar negeri," imbuhnya.

Dia menilai, pemerintah sejauh ini telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 26/2021 per tanggal 25 Desember 2021, di mana isinya menyatakan Indonesia menutup sementara masuknya warga negara asing (WNA) dari 13 negara.

Ketigabelas negara yang dimaksud anatra lain Inggris, Denmark, Norwegia dan 10 negara Afrika termasuk awal mula penyebaran varian Omicron yakni Afrika Selatan.

"Namun, Kemenkes telah mengungkap lima kasus probable atau hasil tes yang menunjukkan tanda-tanda varian Omicron tersebut. Lima kasus tersebut terdiri dari dua Warga Negara Indonesia (WNI) pelaku perjalanan dari Amerika Serikat dan Inggris serta tiga Warga Negara China yang tiba di Manado," ucapnya.

Meski para pasien yang terpapar Omicron bisa teridentifikasi usai menjalani PCR dengan penanda khusus dan berstatus probable Omicron, namun Suryadi mamandang penting bagi Indonesia menutup penerbangan dari Amerika Serikat, Inggris dan juga China.

Ditambah lagi, kata Suryadi, data dari Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) per tanggal 16 Desember 2021 yang menunjukkan status 10 negara dengan kasus Omicron terbanyak di dunia belum masuk dalam SE Satgas 26/2021.

"(Beberapa) di antaranya adalah Amerika Serikat, Swiss, Belgia, Australia, dan Jerman," paparnya.

Menurutnya, salah satu cara untuk mencegah menyebarnya virus omicron ini adalah tertib dalam protokol kesehatan, namun hal itu tidak boleh hanya sekadar slogan semata.

"Tertib protokol kesehatan tidak hanya menjadi slogan. Praktek pengawasan dari seluruh jalur masuk luar negeri tidak hanya pada jalur udara, tetapi juga jalur laut yang patut mendapatkan pendisiplinan," tuturnya.

"Kasus minggat pada saat karantina dari perjalanan luar negeri menjadi pembelajaran bagi kita untuk bersama-sama bertanggung jawab agar jangan sampai kasus positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia meningkat tak terkendali," tutupnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya