Berita

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR RI Puan Maharani/Net

Politik

Megawati Belum Tentu Usung Prabowo-Puan, Bisa Jadi Malah Puan-Ganjar

KAMIS, 30 DESEMBER 2021 | 09:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto belum tentu berpasangan dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani pada Pilpres 2024 mendatang. Apalagi belum ada garansi resmi dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal penjodohan keduanya.

Oleh karena itu, Prabowo diminta tidak terlalu percaya diri bakal dipasangkan dengan putri dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Terlebih, Megawati Soekarnoputri hingga saat ini masih belum memberikan garansi apapun untuk Menteri Pertahanan itu.


Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Kamis (30/12).

"Kepastian Prabowo dalam kontestasi (maju Pilpres 2024) mungkin saja tetap kuat, mengingat ia Ketua Umum Gerindra. Sementara soal apakah konsisten (koalisi) dengan PDIP, itu yang belum bisa dipastikan," kata Dedi Kurnia.

Menurut Dedi Kurnia, sikap Prabowo yang terlalu percaya diri bahwa PDIP telah memastikan itu adalah sebuah kesalahan politik. Prabowo seharusnya belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya.

"Dalam politik tidak ada yang pasti," ujar Pengamat Politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Bahkan, katanya, PDIP bisa saja mengusung calon mereka sendiri tanpa perlu berkoalisi. Apalagi, PDIP merupakan satu-satunya partai yang memenuhi ambang batas 20 kursi di Parlemen.

Artinya, mereka bisa saja mengusung Puan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Bisa saja, secara tiba-tiba PDIP mengusung Puan-Ganjar, atau Ganjar-Puan, sebagaimana Gerindra mengusung Prabowo-Sandiaga di Pemilu 2019 lalu?" demikian Dedi Kurnia. 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya