Berita

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok/Net

Politik

Mengancam Citra Pemerintah, Erick Thohir Didesak Copot Ahok dari Kursi Komut Pertamina

RABU, 29 DESEMBER 2021 | 21:13 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Desakan kepada Menteri BUMN, Erick Thohir, agar mengevaluasi kinerja Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terus mengalir.

Pasalnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu kerap membuat kegaduhan di internal Pertamina. Baru-baru ini, Ahok seolah menjadi orang yang paling tahu perihal sebab yang membuat Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) berencana mogok kerja.

Padahal pada faktanya, sebagaimana dijelaskan oleh Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Iggi Haruman Achsien, bahwa perusahaan minyak plat merah ini sama sekali tidak pernah memiliki rencana pemotongan gaji karyawan.


Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai sikap Ahok jelas-jelas memiliki muatan politis, sehingga, patut bagi Erick Thohir untuk memecatnya.

"Saya kira tidak berlebihan kalau Erick Thohir harus mencari pengganti BTP dan tidak melibatkan tokoh politik dalam internal Pertamina. Pertamina ini kan BUMN strategis. Artinya kalo tidak tepat orang yang mengisi akan merusak reputasi," kata Dedi dalam keterangannya, Rabu (29/12).

Pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mendorong Erick Tohir untuk mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, Ahok tidak berhasil menunjukkan kinerjanya sebagai komisaris utama dalam meningkatkan produktivitas Pertamina. Kemudian, kata Dedi, kegaduhan yang ditimbulkan Ahok bisa menurunkan kepercayaan publik kepada Pertamina.

"Itu juga berdampak kepercayaan publik ke pemerintah. Dengan dua indikasi itu, saya kira perlu bagi Erick Thohir mengevaluasi kinerja kehadiran dari BTP," ujarnya.

Dedi menilai Ahok selaku komisaris utama juga melakukan tindakan yang melampaui batas. Seperti dari mengomentari sesuatu hal yang menjadi tugas direksi. Padahal, kapasitas Ahok bukan sebagai komisaris tetapi politisi yang berada di BUMN.

"Ini bisa mengganggu produktivitas. Kehadiran BTP membuat disharmoni dengan jajaran direksi lain, misalnya BTP berselisih pandang sesama komisaris terkait rencana mogok pekarja pegawai pertamina," katanya.

"Bahkan juga melakukan kritik kepada direksi yang semestinya kritik itu betul memang wilayahnya BTP tapi tidak di luar publik, misalnya di dalam rapat," demikian Dedi Kurnia.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Konflik Memanas di Yaman Selatan, RI Dukung Saudi Gelar Konferensi Damai

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:16

Kuasai 51,57 Persen Hak Suara, Danantara Tetap Jadi Pemegang Saham Mayoritas Telkom

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:03

Bank Raya Perkenalkan Kartu Digital Debit Visa di Momentum Tahun Baru 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:50

Investor di Asia Hati-hati Sikapi Gejolak Politik Global

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:36

Rencana Prabowo Bangun 1.100 Kampung Nelayan Tahun 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:28

Kebijakan Chromebook Era Nadiem Rawan Dikriminalisasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Bukan Sejahtera, Rakyat Indonesia Bahagia karena Beriman!

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Menlu AS akan Bertemu Pejabat Denmark Soal Akuisisi Greenland

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:21

Pertama di Indonesia, BRI Raih Sertifikasi TMMi Level 3

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:13

Swasembada Harus Berdampak pada Stabilitas Harga Pangan

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:11

Selengkapnya