Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin/Net

Politik

Belum Ada Garansi Megawati, Prabowo Jangan Lupa Politik Bersifat Dinamis

RABU, 29 DESEMBER 2021 | 19:09 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diingatkan untuk tidak terlalu percaya diri akan berpasangan dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani pada Pilpres 2024 nanti.

Sebab, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hingga kini belum memberikan garansi. Apalagi, politik itu bersifat Dinamis.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Rabu (29/12).


"Prabowo merasa pede. Mungkin selama ini hubungan kedua belah pihak sedang baik-baiknya dan saling membutuhkan. Namun politik itu dinamis dan selalu banyak kejutan ke depan. Jadi semuanya masih serba mungkin. Karena politik bukan matematik," kata Ujang Komarudin.

Menurutnya, Prabowo semestinya berhitung tentang kemungkinan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno yang belakangan elektabilitasnya terus meroket, meski Sandiaga masih dihalangi oleh keputusan partai bahwa Prabowo masih dicalonkan pada Pilpres 2024 nanti.

"Sandiaga akan sulit membobol pagar Gerindra. Karena bagi Gerindra harga mati untuk mencalonkan Prabowo. Bahkan sudah mengatakan Prabowo merupakan calon tunggal Capres dari Gerindra," kata Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini.

Oleh karena itu, Ujang menyarankan agar Menparekraf itu jika ingin tetap nyapres agar memilih untuk pindah partai dari Gerindra.

"Jika mau nyapres, Sandi mesti cari perahu lain," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya