Berita

Mantan Menko Ekuin era Presiden Gusdur, Rizal Ramli/RMOL

Politik

RR: Harga Batubara Naik Harusnya Negara Untung, tapi Menkeu Terbalik Malah Ikut Oligarki

RABU, 29 DESEMBER 2021 | 17:30 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dalam tiga bulan terakhir, harga batu bara naik cukup tajam hingga mencapai 200 dolar Amerika Serikat per ton dari sebelumnya 60 dolar Amerika Serikat per ton.

Namun, penerimaan negara dari ekspor batu bara tersebut masih kecil. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi sejumlah kalangan masyarakat terutama para ekonom.

Mantan Menko Ekuin era Presiden Gusdur, Rizal Ramli menyampaikan, harga komoditas migas yang naik tersebut seharusnya menjadi ladang pendapatan bagi negara dalam bentuk pajak penjualan batu bara, bukan malah merugi.


"Seharusnya negara terima royalti dari ekspor batubara juga dari tadinya Rp 20 miliar bisa harusnya Rp 80-100 miliar," kata Rizal Ramli dalam acara diskusi virtual yang digagas Partai Gelora bertemakan Refleksi Akhir Tahun, Selamat Datang Tahun Politik, Bagaimana Nasib Indonesia di Masa Depan?, Rabu (29/12).

Tapi, menurut sosok yang pernah menjabat Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati justru tak memanfaatkan momentum tersebut.

"Menteri Keuangan terbaik mendengarkan lobi-lobi dari oligarki batu bara. Maka royalti batu bara dihapus menjadi 0, harusnya pendapatan dari royalti itu bisa dipakai supaya untuk rakyat," tuturnya.

Kemudian, Rizal Ramli juga mengkritisi ihwal tarif listrik yang tidak naik dalam dua tahun terakhir hingga menyusahkan rakyat kecil.

Selain itu, naiknya harga minyak goreng yang dikeluhkan masyarakat membuat perekonomian di Indonesia membingungkan sedang sehat atau tidak.

"Harga sawit naik hampir 100 persen pasarnya di dalam negeri harga minyak goreng juga naik tinggi sekali ibu-ibu mengeluh Kok semuanya naik apa cabe tentu tapi yang lain-lain juga naik semuanya," tutupnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya