Berita

Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto/Net

Politik

Belum Ada Garansi dari Megawati, Prabowo Jangan Kepedean Bisa Berduet dengan Puan

RABU, 29 DESEMBER 2021 | 12:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disarankan untuk tidak terlalu percaya diri bakal dipasangkan dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani pada Pilpres 2024 nanti.

Pasalnya, hingga kini Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri belum memberikan garansi apapun, baik tertulis maupun lisan, terhadap pencalonan Prabowo.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Rabu (29/12).


"Terlalu percaya bahwa PDIP telah memastikan itu adalah sebuah kesalahan. Prabowo seharusnya belajar dari pengalaman, dalam politik tidak ada yang pasti," kata Dedi Kurnia.

Oleh karenanya, Menteri Pertahanan (Menhan) itu tidak semestinya mengesampingkan elektabilitas Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno yang belakangan elektabilitasnya terus meroket di sejumlah lembaga survei nasional kredibel.

Namun begitu, Sandiaga Uno harus memastikan keyakinannya itu apabila tidak diusung Gerindra, maka pilihannya adalah pindah partai alias "cabut" dari partai besutan Prabowo.

"Jika Sandiaga merasa yakin dan percaya diri mengikuti kontestasi, maka peluang di Gerindra jelas semakin hilang selama masih ada Prabowo," kata Pengamat Politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

"Untuk itu, pindah parpol menjadi pilihan. Atau lakukan diplomasi internal agar Prabowo berkenan lakukan regenerasi. Meskipun pilihan ini sulit terjadi," demikian Dedi Kurnia. 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya