Berita

Direktur Eksekutif Institute For Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) A. Khoirul Umam/Net

Politik

Ketum Partai yang Punya Elektabilitas Memadai Baru Prabowo Subianto dan AHY

RABU, 29 DESEMBER 2021 | 09:27 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Setiap partai dipastikan akan berusaha sekuat tenaga mengusung tokoh dari partai mereka masing-masing ke ajang Pilpres 2024. Tokoh partai mayoritas berpusat pada sosok ketua umum.

Dengan mencalonkan ketua umum sebagai calon presiden, partai juga akan mendapat limpahan efek ekor jas. Artinya, mereka juga bisa sekaligus membuka peluang untuk bisa menjadi pemenang dalam pileg yang digelar serentak dengan pilpres.

Direktur Eksekutif Institute For Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) A. Khoirul Umam menilai bahwa saat ini hanya dua ketua umum partai yang memiliki elektabilitas memadai. Keduanya adalah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).


Dalam banyak survei, Prabowo selalu berada di posisi teratas tangga calon presiden. Sementara AHY perlahan tapi pasti mulai merangkak dari papan tengah.  

“Ketua umum partai politik yang memiliki kekuatan elektabilitas memadai hanya Prabowo dengan Gerindra-nya dan AHY dengan Partai Demokrat-nya,” urai Khoirul Umam saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Rabu (29/12).

Khoirul Umam lantas menyarankan kepada pemimpin partai yang memiliki elektabilitas memadai untuk secepatnya melakukan penjajagan.

Menurutnya, mereka harus segera membangun komunikasi dengan partai lain untuk menentukan arah koalisi.

“Segera bangun komunikasi dengan kekuatan partai lain untuk merumuskan potensi koalisi ke depan,” tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya