Berita

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno/Net

Politik

Inilah 2 Alasan Gerindra Perlu Siapkan Sandiaga Uno Sebagai Plan B

RABU, 29 DESEMBER 2021 | 08:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Gerindra perlu menyiapkan berbagai alternatif untuk bisa menjadi kampiun dalam Pemilu Serentak 2024 mendatang. Termasuk urusan pilpres, partai berlambang kepala garuda ini tidak boleh sekadar memiliki satu desain rencana, yaitu hanya fokus mencalonkan Prabowo Subianto menjadi capres.

Pendiri Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti menyarankan agar Gerindra turut menyiapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sebagai alternatif. Dia bahkan mengurai 2 alasan mengapa Gerindra perlu untuk menyiapkan Sandi sebagai plan B.

“Pertama, stagnasi elektabilitas Prabowo yang berkisar hanya 25 persen. Tanpa pendamping yang pas, kans Prabowo sebagai pemenang capres 2004 bisa hilang,” tegasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (29/12).


Ray Rangkuti mengingatkan, sekalipun berpasangan dengan Ketua DPR RI Puan Maharani, elektabilitas keduanya hampir tidak akan mencapai 40 persen.

Dengan stagnasi seperti ini, Gerindra membutuhkan kerja keras untuk meningkatkannya. Bila tidak ada geliat yang sangat inovatif, kemungkinan terbesar justru akan stagnan sampai 2024 yang akan datang.

Adapun alasan kedua adalah figur sandiaga terus mencuri perhatian publik. Khususnya di kalangan kaum milenial dan Islam politik. Kelompok Islam politik boleh jadi meninggalkan Prabowo, tapi tidak sepenuhnya meninggalkan Sandiaga.

“Salah satu indikatornya adalah hasil ijtima ulama bulan lalu, yang kini menjadi polemik di internal Partai Gerindra,” sambungnya.

Sandiaga juga masih memungkinkan untuk terus menaikkan elektabilitas dan potensial dapat bersaing dengan Ridwan Kamil, Erick Thohir, dan Anies Baswedan.

“Dalam kerangka inilah Gerindra sebaiknya tetap memberi peluang kepada Sandiaga untuk terus meningkatkan elektabilitas,” tutupnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya