Berita

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan kader Gerindra Sandiaga Uno saat maju di Pilpres 2019 lalu/Net

Politik

2024 Jadi Last Battle, Prabowo Mustahil Beri Peluang Pilpres ke Sandiaga

SELASA, 28 DESEMBER 2021 | 12:16 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah 3 kali ikut dalam gelanggang pilpres. Hasil dari ketiga penampilannya selalu berakhir dengan kekalahan. Atas alasan itu, dorongan agar Prabowo menjadi king maker pada Pilpres 2024 terus mencuat.

Menanggapi itu, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin menilai Prabowo Subianto memang idealnya menajdi king maker. Namun hal itu akan mustahil, sebab Prabowo dan orang-orang dekatnya melihat seolah 2024 adalah perjuangan terakhir untuk Prabowo menjadi calon presiden.  

"Mestinya memang harusnya jadi king maker. Tapi Prabowo tak akan mau. Karena dia tahu, Pilpres 2024 merupakan the last battle. Dan tak ada incumbent. Setiap kandidat punya peluang yang sama, termasuk Prabowo,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (28/12).


Di satu sisi, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review mengatakan bahwa saat ini tidak ada pilihan bagi Gerindra untuk mengusung calon lain di 2024 mendatang. Hanya Prabowo calon potensial yang dimiliki  Gerindra.

"Bagi Gerindra, Prabowo itu harga mati untuk Pilpres 2024. Makanya petinggi Gerindra selalu mengatakan ke media bahwa Prabowo calon tunggal capres 2024 nanti,” imbuhnya.

Disinggung mengenai peluang Sandiaga Uno untuk maju jadi calon presiden 2024, lantaran elektabilitasnya terus meroket. Ujang mengatakan Prabowo tak akan rela peluang menang di 2024 diberikan ke orang lain.

"Tak akan mau lah, peluang maju Prabowo di Pilpres 2024 itu diberikan ke Sandi atau ke yang lain,” tutupnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya