Berita

Kuasa hukum pengugat Francine Widjojo dari Francine & Co. Law Office/Net

Hukum

Pengugat: Kasasi Tony Budidjaja Dinilai Cacat Hukum

SENIN, 27 DESEMBER 2021 | 20:58 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Gugatan perselisihan hubungan industrial nomor 312/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Jkt.Pst. berlanjut ke tingkat kasasi. Namun demikian permohonan kasasi dan memori kasasi justru diajukan oleh Tony Budidjaja yang mengaku-ngaku mewakili Budidjaja International Lawyers (BIL) dalam kapasitas sebagai pendiri kantor atau firma hukum tersebut.

Francine Widjojo selaku kuasa hukum Penggugat menerangkan bahwa permohonan dan memori kasasi yang diajukan oleh Tony Budidjaja tersebut adalah cacat hukum karena Budidjaja International Lawyers dan Tony Budidjaja adalah dua entitas berbeda.

Secara hukum, seorang pendiri badan usaha tidak serta merta berwenang bertindak untuk dan atas nama perusahaan. Harus jelas apakah kedudukan Tony Budidjaja di dalam BIL adalah sebagai direktur, atau pengurus atau persero aktif atau persero pasif atau yang lain.


"Lagi pula setelah mempelajari permohonan kasasi dan memori kasasi, kami tidak menemukan fotokopi anggaran dasar dari BIL yang memberikan kewenangan kepada Bapak Tony Budidjaja untuk mewakili Budidjaja International Lawyers," ujar Francine Widjojo dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/12).

Dalam putusan PHI yang dibacakan tanggal 25 Oktober 2021, selain diputus verstek, BIL dihukum untuk membayar kompensasi PHK pekerjanya berupa uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang cuti tahun 2020, upah proses, dan THR tahun 2021 totalnya Rp 146.148.429 serta membayar biaya perkara sebesar Rp 995.000. BIL juga diperintahkan untuk memberikan slip gaji dan surat keterangan pengalaman kerja.

Sementara, dalam Pasal 156 ayat (1) UU Ketenagakerjaan mewajibkan pemberi kerja membayar hak pekerjanya atas pesangon, penghargaan masa kerja, dan/atau penggantian hak akibat PHK. Pasal 88A ayat (3) UU Ketenagakerjaan juga mewajibkan pemberi kerja membayar upah pekerjanya sesuai kesepakatan. Sanksi atas pelanggaran dari masing-masing ketentuan ini diatur dalam Pasal 185 UU Ketenagakerjaan di mana pemberi kerja/pengusaha dapat dikenakan sanksi pidana penjara minimal 1 tahun dan maksimal 4 tahun dan/atau denda minimal Rp 100 juta sampai maksimal Rp 400 juta.

“Menurut kami sudah tepat putusannya verstek. Tidak ada perlawanan atau verzet dan langsung kasasi, tapi oleh Bapak Tony Budidjaja. Bapak Tony Budidjaja memang hadir sendiri dan hanya sekali itu saja di persidangan tanggal 4 Oktober 2021 dengan agenda kesimpulan untuk mengajukan tanggapan tertulisnya atas gugatan. Ketiga relaas panggilan sidang sudah ditunjukkan Majelis Hakim PHI ke Bapak Tony Budidjaja untuk membuktikan bahwa BIL telah tiga kali dipanggil secara sah dan patut namun tidak pernah hadir sekalipun dalam sidang-sidang sebelumnya,” tegas Francine Widjojo.

Menurutnya, kalaupun Tony Budidjaja adalah pendiri BIL, namun terkait kapasitas dan kewenangan mewakili BIL, baik di tingkat pertama maupun kasasi, Tony Budidjaja hanya melampirkan fotokopi berita acara sumpah advokat bahwa dirinya adalah advokat sejak tahun 2000. Tentunya, ini menjadi pertanyaan perihal legal standing Tony Budidjaja.

"Karena itu kami yakin bahwa Mahkamah Agung akan menolak permohonan kasasi dari Bapak Tony Budidjaja dan menyatakan bahwa Putusan PHI nomor 312/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Jkt.Pst. sudah berkekuatan hukum tetap karena pihak Tergugat yaitu BIL tidak mengajukan upaya hukum kasasi," pungkas Francine Widjojo.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya